antara kartini, bumi dan aku

23 April, 2008

Hampir tak satupun orang Indonesia yang tidak mengetahui bahwa 21 April adalah hari kelahiran Kartini, anak putri Bupati Jepara yang dikokohkan sebagai pahlawan nasional Indonesia karena pemikirannya untuk memperjuangkan pendidikan bagi perempuan. Kartini memang baru menjajaki tararan pemikiran karena Sekolah Kartini baru berdiri 8 tahun setelah meninggalnya beliau. Perjuangan pemikirannya justru terlaksana oleh Dewi Sartika dengan berdirinya Sakola Istri di tahun 1904 (tahun ketika Kartini wafat). Namun malangnya gagasan yang mulia tentang pendidikan bagi perempuan[1][2] diartikan secara sempit sebagai emansipasi.

[baca selanjutnya dong]


belajar dari pak kartono

21 Desember, 2006

“Saya Kartono, Pak”, begitulah dia memperkenalkan dirinya kepada saya dalam perjalanan menuju Gresik. Pak Kartono adalah supir yang menjemput saya di bandara Juanda, Surabaya. Seperti yang sudah-sudah, saya selalu menggunakan waktu tempuh itu dengan berbagai obrolan dengan supir untuk memecah kebekuan perjalanan. Biasanya saya memulainya dengan kejadian terbaru, pendapatnya tentang sesuatu hal, sampai kemudian membicarakan kehidupan pribadinya.

Mungkin banyak yang tidak sependapat dengan saya dengan hal membicarakan kehidupan pribadi seseorang, namun percayalah, satu hal yang sangat disenangi orang untuk dibicarakan adalah kehidupan pribadinya. Tak banyak orang yang suka mendengar kisah hidup orang lain, tetapi kenyataannya mereka akan sangat antusias mengisahkan cerita tentang diri sendiri.

Kembali kepada pak Kartono, dari ceritanya saya peroleh informasi bahwa ia memiliki keluarga yang tinggal di Bojonegoro. “Lebih enak tinggal di desa, Pak, tidak terlalu banyak keinginan dan lebih hemat,” begitulah alasan mengapa dia memilih tinggal di desa. Bekerja dengan sistem 10-10 (10 hari bekerja dan 10 hari libur) di rental mobil yang disewa oleh perusahaan yang akan saya kunjungi itu menurutnya lebih nyaman, “karena operasi migas selalu dibutuhkan 24 jam, akan sulit bagi saya harus mondar-mandir rumah – lapangan setiap hari.”

Pak Kartono sudah 10 tahun menjadi supir rental di perusahaan itu. “Lulus SMP, bapak saya bilang ngga bisa melanjutkan membiayai pendidikan saya. Akhirnya saya pergi ke pasar dan cari pekerjaan,” ujarnya memulai kisah hidupnya. “Bagi saya, bekerja apa saja asal halal jauh lebih terhormat daripada menganggur, Pak,” begitu menurut pandangannya. Saya melihat semangat menyala di rona wajahnya.

Dia sempat menjadi kenek untuk minibus antar kota, kadang-kadang dia menggantikan supir untuk membawa minibus. Dia juga sempat berjualan kerupuk, mengambil dari agen dan mengantarkannya ke warung-warung. Hasil keuntungannya juga lumayan sehingga ia dapat menyekolahkan adiknya ke jenjang yang lebih baik. Namun karena kedengkian seorang rekannya usaha kerupuknya tidak berkembang lagi, sehingga dia keluar dan mencari pekerjaan baru sebagai kenek di toko bangunan. Ternyata toko bangunan tempatnya bekerja membutuhkan supir, jadilah ia supir yang mengantar bahan bangunan ke pelanggan.

Pak Kartono tidak pernah menolak perintah atasannya untuk mengantarkan bahan bangunan. Tetapi sikapnya yang selalu menerima perintah ini tidak disenangi supir yang lain, dan bahkan ia difitnah untuk sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Walaupun atasannya tidak mempercayai fitnah tersebut, ia meminta agar atasannya rela melepaskan dia. Pak Kartono tidak dapat bekerja dengan baik di lingkungan yang tidak dapat menerimanya.

Akhirnya masuklah ia ke perusahaan rental mobil, ternyata ia disewa perusahaan migas yang beroperasi di daerah Jawa Timur dan bertahan hingga saat ini. Orang yang pengalamannya telah mengajarkannya untuk menerima, tidak menggugat, dan tetap bersyukur, secara tidak disadarinya telah mengajarkan kepada saya ilmu kehidupan. Malam harinya, setelah saya menyelesaikan urusan saya, ia kembali mengantarkan saya ke Surabaya. Terima kasih, Pak Kartono.

[Lesson on December 10, 2006]


bila tanduk menciut dan sayap mengembang

28 Mei, 2005

Allah punya cara tersendiri menyelamatkan hamba-Nya dari kesulitan dan kemungkinan-kemungkinan tersentuhnya si hamba dengan siksaan-Nya dan sayang sekali kita sebagai hamba sulit mengenali dan memahami cara-cara Allah tersebut.

Pernahkah anda alami suatu ketika anda ingin sekali berbuat sesuatu yang melanggar norma, namun selalu gagal dilakukan, mengingat anda memiliki posisi ini atau itu, atau mengingat orangtua anda adalah orang yang disegani di masyarakat, atau mengingat bahwa dampaknya akan jauh lebih membahayakan orang lain jika anda teruskan niat anda, atau bahkan bahwa anda merasa perbuatan itu ngga penting banget untuk dilakukan?

Sebenarnya saya malu untuk membicarakannya, namun jika mengingat berbagi dalam keselamatan akan membawa serta kepada kebahagiaan, mengapa harus disembunyikan.

Suatu ketika saya hendak sekali berbuat jahat kepada teman saya, ketika kami bertemu, dia curhat panjang lebar tentang perjalanan hidupnya yang dahulu pernah dekat dengan Tuhan, setelah maksiat menjadi kebiasaan, dia terpuruk dalam lembah nista dan sempat menentang Tuhan, mempertanyakan mengapa Tuhan tidak adil kepada dirinya. Saat kami bertemu itu ia sedang malu untuk kembali kepada Tuhan, dia bahkan malu untuk memanggil nama-Nya dengan kata “Allah”, dia berkali-kali menyebut Dia dengan kata “Tuhan” saja. (Walau menurut saya tidak ada yang salah dalam pengertian Tuhan adalah Allah dan Allah itu Tuhan)

Mendengar apa yang dia sampaikan, tiba-tiba surut keinginan saya berbuat jahat kepadanya dan berganti menjadi rasa belas kasihan. Tanduk yang sudah mencuat dari kepala mulai menciut dan masuk kembali sedangkan saya merasakan punggung saya didesak oleh bulu-bulu sayap yang hendak mengembang keluar dan mengepak-kepak untuk segera terbang dan menyelamatkan teman saya itu.

Saya mulai menyampaikan kepadanya bahwa rasa syukur adalah makna pertama dalam pertobatan, Allah tidak pernah membeci orang-orang yang bertobat, justru sangat gembira jika kita datang kepada-Nya dengan tunduk dan berat, Dia akan akan mengangkat wajahmu dan meringankan beban dosa-dosa, dan kau pun akan diampuni-Nya selama engkau mau menjawab panggilan-panggilan-Nya.

Sementara butir-butir mutiara mengalir dari lisan saya, terasa sekali dada saya menyesak karena malu, betapa saya sebelumnya datang kepadanya untuk sebuah maksiat, justru berubah menjadi malaikat penyelamat.

Dalam perjalanan pulang, butir-butir airmata harus membuat kedua mataku berkaca-kaca menyadari bahwa dosaku yang terlihat hanya sedikit dari sekian banyak dosa yang kulakukan dan Allah selalu berusaha menyembunyikannya dari pandangan orang lain. Kuketik sms; “It’s nice to stay with you yesterday, i like your style, and keep goin to find the light! May He always guide you, many thanks.”

Terima kasih juga buat Allah Yang Mahakasihsayang :)


Tuhan Baik kepadaku

4 Januari, 2005

Puji dan syukur seharusnya selalu kupanjatkan kepada Dia yang menjadikan terang dan gelap dalam kehidupan. Betapa tidak, Ia sangat baik kepadaku, apalagi dalam tahun kemarin. Beberapa daftar kebaikan-Nya yang dapat kuhitung dari begitu banyaknya limpahan karunia di antaranya adalah:

* Ia memberi aku pekerjaan, alhamdulillah pekerjaan ini telah mampu menghidupkanku dan membuka cakrawala pandangan dan pemikiranku

* Ia memberikan aku kendaraan, dengan izin-Nya ia memenangkan aku pada undian sepeda motor dan aku tak perlu mengeluarkan biaya apapun bahkan untuk administrasi, kini Honda SupraFit itu selalu menemani aktivitasku

* Ia mengenalkan aku kepada seseorang yang tidak hanya membuatku tertarik atau terinspirasi, tetapi dialah yang membuatku menjadi lebih hidup

* Ia membuat kedua orang tuaku mengizinkan hubungan dan pernikahan kami

* Ia mengizinkan aku meminang dan menikahi perempuan yang bersedia mengarungi samudera kehidupan dengan bahtera rumah tangga

* Ia memberikan aku rumah tempat tinggal walaupun dengan kredit

* Ia memberikan aku kesempatan untuk bersedekah lebih banyak pada setiap kesempatan dan kejadian kemanusiaan

* Ia masih memberikan kesempatan kepadaku untuk merasakan kehidupan dan melimpahnya karunia sampai hari ini

* Dan karunia yang paling besar yang mampu kusyukuri adalah Ia masih menunjukkan Islam sebagai jalan hidupku dan Iman sebagai peganganku

Terima kasih banyak Tuhan atas karunia yang Engkau limpahkan kepadaku.

Tuhan sayang padaku sayang selalu
puji dan syukur sembah sujudku


you raise me up

17 September, 2004

When I am down and, oh my soul, so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then, I am still and wait here in the silence,
Until you come and sit awhile with me.

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up: To more than I can be.

thank you God, for the gifts You’ve sent this morning. i try to find the way to knock in on her heart’s door, and You guide me to feel how nice and smooth is the way. flowers blooming in each side of the path, smile and cheers up the day poured by sunshine… thank you God for the teaching You’ve taught this morning. i learn how to speak gently to her, and You guide me to listen how beautiful is the sound of attentions. morning dew on every leaf refreshes the day of graces…

terima kasih Tuhan


perempuan itu cantik 3

19 Mei, 2004

sudah lihat acara baru yang judulnya Indonesian Model? sebenarnya bukan barang baru, produk lama tapi dikemas baru. Kalo kamu yang punya langganan TV kable di rumah pasti kenal sama Fashion TV, yang tidak bosan mengobral tubuh perempuan (dan sedikit laki-laki) sebagai model fashion. Kebanyakan dari para model itu “cantik”.

Sampai sekarang masih ada perlombaan Miss World, Miss Universe, dll. Indonesia pernah mengadakan ratu kecantikan, tetapi tidak ada lagi sejak para pemenang ratu kecantikan itu akan didaftarkan sebagai kontestan Miss World. Memang sih, tidak hanya kecantikan fisik yang dinilai, ada begitu banyak penilaian… tetapi jauh lebih banyak yang berkaitan dengan fisik.

Sempet ngikutin telenovela “Yo Soy Betty La Fea” yang bercerita tentang perusahaan busana Ecomoda, sayang sang sekretaris adalah Betty si buruk rupa. Trus oleh semangat yang dipompakan oleh seorang relasi yang baik, Betty menjadi cantik (ini sih emang bintang filmnya yang cantik di bikin jelek, aza), dan memimpin Ecomoda dari kehancuran.

Eh, ternyata sinetron Indonesia ada yang ikutan cerita beginian. Tapi jarang banget ya sinetron kita yang pemeran perempuannya tidak cantik? Pasti obral kecantikan.

Diperparah lagi dengan iklan televisi, mulai dari: “Amboy, daripada baju dibesarkan, lebih baik perut dikecilin”; “pengen langsing, dimeritin aja”; “andalah sang putri salju”; “pas susunya”; “coba merah”; dsb.

akhirnya, terlalu banyak perempuan yang frustasi akibat kecantikan itu. Sempat beberapa waktu lalu ada seorang ibu yang ingin hidungnya dibuat mancung akhirnya malah melar seperti buah mangga, karena salah komposisi silikon. Waduh, kenapa perempuan itu tidak bersyukur sih?

(bersambung)