asuransikan dengan sedekah

20 Mei, 2005

telepon di meja saya berbunyi, ketika diangkat, suara di seberang memperkenalkan dirinya sebagai agen asuransi dan menawarkan kepada saya program hospital cash plan dengan perlindungan untuk penggantian biaya rawat inap rumah sakit per kejadian sakit sebesar Rp500 ribu per hari dan per kejadian kecelakaan Rp1 juta per hari, masing-masing kejadian ditanggung maksimal 60 hari saja. Fasilitas tersebut akan diaktifkan sejak saya tutup telepon dan akan ditagihkan preminya setiap bulan ke rekening kartu kredit saya sebesar Rp42 ribu per orang yang dilindungi.

handphone saya membunyikan alert sms, sebuah mesej dari istri: “ternyata ada dhuafa di sebuah perusahaan besar” saya langsung ingat percakapan dengan istri saat makan siang setelah ia bercakap-cakap dengan seorang resepsionis di kantor saya (di kantor saya resepsionis di-hire outsourcing pihak ke-tiga), menurut cerita si resepsionis, ia harus menjadi single parent karena ditinggal suaminya yang tidak bertanggung jawab. Dan gajinya yang tidak sampai Rp1 juta per bulan masih harus dipotong dengan hutang yang pernah dia ajukan karena harus membiayai rumah sakit anaknya atau ibunya.

sesampai di rumah, diskusi saya dengan istri tentang dua kejadian itu,
“sayang ya Rp84 ribu sebulan (karena yg ditanggung asuransi adalah saya dan istri), lebih baik jika diberikan kepada resepsionis itu untuk biaya susu anaknya”
mata saya berbinar mendengar pernyataan itu, ya mengapa tidak saya asuransikan saja diri kami berdua dengan sedekah? apa artinya uang Rp500 ribu atau Rp1 juta per hari jika baru bisa dinikmati setelah jatuh sakit atau kecelakaan?
bukankah jauh lebih nikmat jika selalu sehat wal afiat dan dilindungi Allah?


sedekah menolakkan bala

29 Oktober, 2004

Seorang hamba Allah yang bersedekah pada pagi hari akan didoakan oleh malaikat pagi agar dijauhkan dari kesusahan sepanjang hari, dan seorang hamba Allah yang bersedekah pada sore hari akan didoakan oleh malaikat petang agar dijauhkan dari kesusahan sepanjang malam…

begitulah hadist yang masih kuingat, dan hal ini seringkali kualami. Termasuk kemarin sore. Mohon maaf, aku hanya mengikuti perintah Allah: “Dan atas nikmat Tuhanmu maka sebut-sebutkanlah” supaya aku gak termasuk orang yang ditanya: “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

kemarin sore, sehabis berbuka puasa di rumah teman, ada penggalangan dana untuk kegiatan diklat dan juga ziswaf. alhamdulillah ada sedikit rizki maka aku masukkan beberapa rupiah ke dalam amplop sebagai infaq, kebetulan juga hari itu belum berinfaq. :)

sepulangnya dari rumah teman, antar teman yang bareng ke pasar minggu, setelah menurunkan dia aku lanjut menjalankan mobil, tiba-tiba terdengar klakson bus. ternyata bus itu telah tepat berada di samping jendelaku, untunglah bus itu berhenti, kalau tidak hidung kijangku dilabrak bus.

itu yang pertama, yang kedua adalah saat perjalanan menuju rumah, masih malam yang sama, ketika harus menikung ke kanan di pertigaan, kendaraan dari sebelah kanan sudah memberikan jalan, lalu aku masuk, tapi tak disangka ternyata ada kendaraan umum dari sebelah kiri yang melaju dengan kecepatan kencang, alhamdulillah tidak terjadi apapun.

sampai di rumah, ternyata Allah menepati janji-Nya untuk melindungi orang-orang yang bersedekah. Bagaimana pendapat kalian? AYO BERSEDEKAH!!!


do you believe in angel? when happiness come unto you…

23 Juni, 2004

I believe in angel..
something good in everything I see
I believe in angel..
when I know the time is right for me

petikan lagu I Have A Dream yang dinyanyikan oleh abba (refresh by Westlife) menjadi inspirasi tulisanku kali ini.

Aku teringat dengan kisah masa kecil tentang “Pengemis Malaikat”, adalah kisah seorang malaikat yang menjelma sebagai pengemis untuk menguji 2 bersaudara yang berbeda rezeki. Ketika ia datang kepada saudara kaya, yang ia dapati adalah cacian dan hardikan, tidak ada sedikitpun rasa belas kasih dan keinginan menolong. Sedangkan ketika ia datang kepada saudara miskin, yang ia dapati adalah kasih sayang dan kedermawanan. Si pengemis itu yang notabene adalah malaikat berdoa kepada Allah agar menyempitkan rezeki si kaya dan melapangkan karunia kepada si miskin. Doa malaikat sangat mujarab, si kaya dalam waktu tak lama kemudian jatuh miskin dan sakit-sakitan, sedangkan si miskin dengan usahanya terus mendapatkan keberkahan dan kelimpahan harta sehingga ia dapat berderma lebih banyak lagi.

Pernah nggak bertemu dengan malaikat? Atau merasakan kehadirannya? Atau kamu menganggap itu hanyalah kelakar yang bodoh?

Aku justru bertanya-tanya mengapa orang-orang mempercayai tahyul yang dikemas dalam bentuk PNP, Dunia Lain, dsb yang menjauhkan diri dari keimanan yang benar, sedangkan percaya adanya Malaikat justru membawa kita kepada keimanan yang benar?

Selasa sore setelah aku salat Ashr di Masjid Agung Al-Azhar, seorang pemuda menghampiriku, ia memberanikan diri berbicara kepadaku tentang masalah yang ia hadapi, kami pun akhirnya terlibat pembicaraan. Latar belakang hidupnya yang patut dikasihani (menurut cerita dia, lho!), hingga aku bicara tentang kesulitan-kesulitan yang kita hadapi akan dengan mudah diselesaikan bila kita beriman kepada Allah dan banyak bersedekah. Maksudku adalah agar pemberianku kelak bukan sekedar materi saja tetapi juga oleh-oleh moral yang bisa dibawanya dan dibagikan kepada siapa saja agar menjadi ladang amal saleh.

Singkatnya aku memberikannya beberapa rupiah sebagai ongkos perjalanan pulang kampung. (Kamu pasti berpikir bahwa ini adalah modus penipuan yang biasa terjadi! Aku pun sempat berpikir seperti itu, namun sikap waspada dan husnuzhon-ku mencegah pikiran picik itu)

Pemuda itu yang mengenalkan namanya sebagai Bambang, tiba-tiba menitikkan air mata, dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang kuberikan. Tak bosan-bosannya ia mendoakan aku dengan segala kebaikan, sambil mengingatkan aku akan pentingnya:

  • berbaik sangka
  • keikhlashan
  • kedekatan kepada Tuhan

yang itu semua akan membawa kebahagiaan di dalam hidup kita.

Wow!
pemuda itu berhasil mengetuk pintu hatiku dan seakan-akan berkata bahwa Allah telah menakdirkan kita bertemu untuk hal yang luar biasa itu. Setelah salat Magrib, kami saling mengucapkan terima kasih dan saling mendoakan, sementara ia berada di sampingku, aku mengambil sepatu, namun ketika aku berbalik, pemuda itu sudah menghilang. Kucoba cari dan tengok, aku sama sekali tidak menemukannya. Lalu aku pergi dan anehnya, hatiku berbunga-bunga dan diisi kebahagiaan. Perasaan yang aneh sekali.

Paginya aku bercerita kepada SO-ku. Kemudian ia mengirimi sms:

Kemarin aku hampir kasih kamu puisi ini:
“Kucari nila kala senja menjelang bertabur jingga..
Dan rona kemerahan itu,ingatkanku pada..
untaian ilmu yang binarkan hatiku!”

Wow, subhanallah, Allah Maha Keren! :D