get yourself proud of your country

8 Desember, 2007

embarrassing, if you find your country is so corrupt, poor, bad managed, no hope, not champion, and so on. you may not be proud of it, and cover your face wherever you go. you may be so ashamed to be your country’s citizen. and hopeful to go to the moon as you can’t find any place in this world good enough to fulfill your expectation.

wow, if you find yourself are in the middle of nowhere like above, what would you do?

i suggest you not to think much about it, it wouldn’t help you out of those condition. the best you can do to get out of those are wake up and do anything good you can do for your country, at least for yourself. stop wishing and dreaming, the time is running out while you’re sleeping.

don’t ever think what your country can offer you, but do whatever you can do for your country, at least for yourself.


resolusi niat

21 Januari, 2007

niat

Dari Amirul Mukminin Abi Hafs Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu: Aku mendengar Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mndapatkan sesuai apa yang diniatkan, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan. (HR. Bukhori Muslim)***catatan kali ini tidak bermaksud untuk men-syarah hadits tersebut, dimana sudah banyak para ahli hadits dan ulama yang membahasnya. namun memasuki tahun hijriah 1428 ini, kami sekeluarga mengucapkan:

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1428!

Semoga semangat berhijrah senantiasa menghiasi hari-hari kita. Menjadikan setiap kesulitan sebagai jalan mendekati Allah, dan menjadikan segala kemudahan sebagai sarana syukur atas nikmat dan karunia-Nya.

 


Kunci Sukses Berpikir Berpositif

20 Juli, 2005

Mau tahu kunci kesuksesan hidup? Berpikirlah positif. Ya, berpikir positif membuat Anda maju dan sukses. Dengan pikiran yang positif Anda dapat menjalani segala sesuatu tanpa terbebani oleh seribu pikiran buruk. Anda juga terhindar dari perasaan takut gagal. Jalan di depan Anda pun selalu terasa lapang.Berpikir positif juga menyehatkan. Donald C. Cole, MD, peneliti senior pada Institute for Work and Health di Toronto, menyatakan berpikir positif membantu kesembuhan seseorang, bahkan yang terkena penyakit kronis. Ini bukan omong kosong klise belaka. Salah satu alasannya, karena itu memberi perasaan memiliki kendali atas kesehatan tubuh dan masa depan Anda, jelas psikolog klinis Elizabeth Carl, PhD.Anda ingin tahu bagaimana langkah berpikir positif itu? Ikuti jurus-jurus berikut ini.

Bangkitkan motivasi.
Membangkitkan motivasi diri yang kuat dan menambah wawasan yang memperkuat berpikir positif merupakan langkah penting. Pengukuran kualitatif motivasi dapat dilakukan dengan memberikan pemisalan negative case jika suatu tujuan tak tercapai. Misalnya, renungkanlah kemungkinan jika Anda tak diterima kerja? Dari jawaban Anda, Anda dapat memprediksi dan merasakan seberapa kuat motivasi Anda untuk diterima kerja.

Yakinlah bisa.
Kelemahan motivasi acap disebabkan oleh pikiran negatif tentang kemampuan diri sendiri, atau tentang mekanisme gerak kehidupan. Cobalah untuk membangkitkan konsep diri positif pada diri Anda. “Jika saya berpikir bahwa saya bisa, maka saya bisa.” Katakan setiap ingin melakukan apapun. Yakinkan bahwa Anda bisa. Jika saat ini gagal, berusahalah terus-menerus tanpa kenal lelah. Percayalah, sugesti dari dalam diri dapat membantu Anda mempercepat mencapai proses yang Anda harapkan.

Jangan fatalistis.
Jauhkan paham fatalisme yang menyerah pada nasib. Ini punya pengaruh kuat dalam diri Anda untuk membenarkan kegagalan. Menyandarkan kesalahan atau kelemahan pada takdir, yang pengejawantahannya seperti dalam pernyataan bahwa “Saya pada dasarnya bodoh”, misalnya, merupakan sumber negative thinking yang signifikan. Anda harus memeranginya, jika ide tersebut ada pada diri Anda.

Lihat sisi baik.
Pandanglah sesuatu dari sisi baiknya. Karena berpikir positif adalah memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan kemampuannya pada suatu saat. Bukan sebagai suatu “kebodohan yang menimbulkan berbagai kesialan”, tapi memandangnya sebagai suatu tantangan yang amat nikmat untuk diatasi. Orang yang berpikir positif akan memandang perjuangan dan harapan. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan ekonominya sebagai suatu sarana untuk hidup sederhana. Dan dengan kesederhanaan ini ia akan mencapai kebahagiaan.

Mandiri selalu.
Pertahankan kebebasan Anda. Kebebasan adalah sesuatu yang paling bernilai yang dimiliki setiap orang. Kekebasan untuk berpikir, mencipta, akan tumbuh seperti yang Anda harapkan, tentunya dengan cara yang positif. Ketika Anda menjadi amat tergantung pada orang lain, Anda akan berpikir destruktif dan menjadi malas.

Tumbuhkan sikap ketaktergantungan segera mungkin.
Bertanggungjawablah pada hidup dan tindakan yang Anda lakukan. Sekali Anda merasa mampu mengontrol hidup, Anda memulai perjalanan pikiran positif Anda. Selalu ingat ketika Anda sedang memiliki masalah dengan berpikiran positif. “Anda adalah apa yang Anda pikirkan, dan Anda merasa apa yang Anda inginkan.” Dengan melakukan ini, Anda akan selalu menjadi seorang pemenang dan seorang survivor ketika masa-masa sulit.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


[resonansi] Tak Ada yang Mengalahkan Pesona Kesederhanaan

10 Mei, 2005

To: “Resonansi (E-mail)”
Date: Wed, 4 Aug 2004 11:10:23 +0700

Semula kita belajar melakukan hal-hal sederhana.
Tak lebih dari satu tambah satu sama dengan dua.
Ketika soal-soal itu semakin terasa mudah, kita coba kerjakan yang sulit.
Kita rambah puluhan, ratusan, perkalian juga pembagian.
Kita namai itu sebagai tantangan.
Tak lama tantangan kehilangan daya tariknya jua.
Maka, kita kepalkan tangan untuk menaklukkan sesuatu yang rumit, besar, dan
tak mudah ditundukkan.
Sebuah soal pun dijawab oleh berlembar-lembar perhitungan hingga nyaris tak
dikenali lagi mana angka mana tanda baca.

Tapi segera saja, kejelimetan itu membosankan.
Tahukah anda apa akhir dari pergulatan ini?
Yaitu, ketika kita mulai meringkas jawaban.
Memendekkan pola perhitungan.
Memangkas baris-baris pembuktian.
Di perjalanan ini kita seolah berbalik ke titik semula : kesederhanaan.
Tak ada yang mengalahkan pesona kesederhanaan.
Kita boleh kumpulkan apa saja dalam hidup ini, namun pada terminal
perhentian, kita kembali dengan tangan yang sederhana dan meninggalkan semua
kerumitan jauh di belakang.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

+-+-+-+-+-+-+-+-+-+
resonansi@yahoogroups.com
+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

Kisah Sukses, Kisah Nyata, Kisah Unik, Motivasi dan Inspirasi


You Have 2 Choices

19 Januari, 2005

Jerry is the manager of a restaurant. He is always in a good mood.
When someone would ask him how he was doing, he would always reply,
“If I were any better, I would be twins!”
Many of the waiters at his restaurant quit their jobs when he changed jobs,
so they could follow him around from restaurant to restaurant
Why?
Because Jerry was a natural motivator.

If an employee was having a bad day,
Jerry was always there, telling the employee how to look on the positive side of the situation.
Seeing this style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him:
“I don’t get it! No one can be a positive person all of the time. How do you do it?”
Jerry replied, “Each morning I wake up and say to myself, I have two choices today. I can choose to be in a good mood or I can choose to be in a bad mood.
I always choose to be in a good mood.

Each time something bad happens, I can choose to be victim or I can choose to learn from it. I always choose to learn from it.
Every time someone comes to me complaining, I can choose to accept their complaining or I can point out the positive side of life. I always choose the positive side of life.”
“But it’s not always that easy,“ I protested.
“Yes it is,” Jerry said.
“Life is all about choices. When you cut away all the junk every situation is a choice.
You choose how you react to situations.
You choose how people will affect your mood.
You choose to be in a good mood or bad mood.
It’s your choice how you live your life.”

Several years later,
I heard that Jerry accidentally did something you are never supposed to do in the restaurant business.
He left the back door of his restaurant open
And then ???
In the morning,
he was robbed by three armed men.

They want?
#123*+!@$%&*~

While Jerry trying to open the safe box,
his hand, shaking from nervousness, slipped off the combination.
The robbers panicked and shot him.
Luckily, Jerry was found quickly and rushed to the hospital.
After 18 hours of surgery and weeks of intensive care,
Jerry was released from the hospital with fragments of the bullets still in his body.…

I saw Jerry about six months after the accident.
When I asked him how he was,
he replied, “If I were any better, I’d be twins. Want to see my scars?”
I declined to see his wounds, but did ask him what had gone through his mind as the robbery took place.
“The first thing that went through my mind was that I should have locked the back door,” Jerry replied.
“Then, after they shot me, as I lay on the floor, I remembered that I had two choices: I could choose to live or could choose to die. I chose to live.”

“Weren’t you scared“
I asked?
Jerry continued, “The paramedics were great. They kept telling me I was going to be fine.
But when they wheeled me into the Emergency Room and I saw the expression on the faces of the doctors and nurses, I got really scared.
In their eyes, I read ‘He’s a dead man.’
I knew I needed to take action.”

“What did you do?” I asked.
“Well, there was a big nurse shouting questions at me,” said Jerry. “She asked if I was allergic to anything.”
‘Yes,’ I replied.
The doctors and nurses stopped working as they waited for my reply.
I took a deep breath and yelled, ‘Bullets!’

Over their laughter, I told them,
‘I am choosing to live. Please operate on me as if I am alive, not dead’.
“Jerry lived thanks to the skill of his doctors, but also because of his amazing attitude.
I learned from him that every day you have the choice to either enjoy your life or to hate it.
The only thing that is truly yours — that no one can control or take from you-
is your attitude,
so if you can take care of that, everything else in life becomes much easier.

MILYUNER.COM – 3 kunci kesuksesan hakiki


seeing good at all things

7 Januari, 2005

kadang-kadang kita kesal dengan tingkah laku orang lain, bahkan ada yang sampai membuat kita ngga produktif, sedangkan orang yang kita keselin, merasa biasa-biasa saja…

Memang jika kita menginginkan orang lain berbuat sebagaimana yg kita inginkan, maka tidak akan terpuaskan keinginan kita…

so marilah melihat sisi positif dari sikap dan perbuatan orang lain, insya Allah dengan seeing good at all things, kita bisa lebih bersyukur… dan kita ngga perlu “bete” dan “cape” dengan kelakuan orang lain… :D


3 Kunci Kesuksesan Hakiki – 1

4 Januari, 2005

Jika Anda memilikinya, milyuner selanjutnya pastilah Anda !

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

BAB 1. Hal Pertama Adalah Kredibilitas

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jauh lebih sulit membangun nama baik daripada membangun gedung bertingkat 100, sekalinya jatuh, butuh waktu lama untuk membangunnya kembali.

Dengan skala proporsional, gedung WTC di Amerika yang ambruk dihantam pesawat terbang “nyasar”, akan lebih cepat dibangun kembali (mungkin dalam hitungan dibawah 5 tahun), daripada membangun kembali kredibilitas seseorang yang telah jatuh akibat nama baiknya yang sudah tercemar.

Sungguh sangat luar biasa pengaruh sebuah kepercayaan dalam kesuksesan karir seseorang, jauh melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan bahkan ilmu sekalipun. Ketika anda sudah tidak dipercaya oleh orang lain, beribu-ribu janji anda, atau kesanggupan anda untuk membayar dengan harta sebanyak apapun, tidak dengan mudah orang akan begitu saja percaya lagi kepada anda. Yang ada hanyalah rasa curiga atas niat baik anda tersebut.

Sekeras apapun, sepintar apapun, sekaya apapun anda, bisnis yang akan anda lakukan dipastikan tidak akan berhasil dengan baik jika kredibilitas anda sudah tidak ada. Kepercayaan tidak bisa dibeli dengan uang anda, tidak pula dengan kepintaran anda. Kepercayaan sungguh sangat mahal, tetapi juga sangat murah.

Seseorang bisa membangun kepercayaan dengan tidak bermodal harta benda, tetapi dari perbuatannya. Sangat murah biaya untuk membangun kredibilitas, tetapi tentu saja tidak mudah untuk memperolehnya begitu saja.


Belalang dan Anjing

22 Desember, 2004

Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi diantara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana. Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar.

Belalang itu bertanya kepada anjing, “Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?” “Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini” jawab anjing dengan sombongnya. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda.Dia lalu berkata lagi “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita”. “Baik”, jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut”. Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula.

Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata,”Nah belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang ? Kamu sudah kalah”. “Belum”, jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua ?”

“Apapun tantangan itu, aku siap” tukas si anjing. Belalang lalu berkata lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, dari diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya”. Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum. “Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga”, kata si anjing.

“Tidak perlu”, jawab si belalang. “Karena pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standard perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standard perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang. INTINYA ADALAH, KAMU DAN SAYA MEMPUNYAI POTENSI DAN STANDARD YANG BERBEDA TENTANG KEMENANGAN. ADALAH TIDAK BIJAKSANA MEMBANDINGKAN POTENSI KITA DENGAN YANG LAIN. KEMENANGAN SEJATI ADALAH KETIKA DENGAN POTENSI YANG KAMU MILIKI, KAMU BISA MELAMPAUI STANDARD DIRIMU SENDIRI.

REFLECTION:

Rekan-rekan yang terkasih, seberapa tinggikah anda `melompat’ ? Dalam kehidupan, seringkali tanpa sadar kita mencoba membandingkan kemajuan dan perkembangan diri kita dengan standard orang lain. Dan seringkali lebih banyak kekecewaan daripada kebahagiaan yang didapat. Mengapa? Karena kita masing-masing dilahirkan dengan potensi yang berbeda, dengan bakat yang berbeda, dalam lingkungan yang berbeda, dan cara pandang yang berbeda tentang kehidupan. Cara yang tepat untuk mengukur seberapa jauh diri kita telah berkembang dan maju, adalah membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita dimasa lalu. Apakah anda hari ini lebih kaya dibanding setahun yang lalu ? Apakah anda hari ini lebih bisa mengontrol emosi dibanding bulan lalu ? Apakah anda hari ini lebih sehat dibanding kemarin ? Apakah anda hari ini lebih bijaksana dibanding setahun yang lalu ? Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, namun kemenangan atas diri sendiri


MEMBANGUN HARAPAN & OPTIMISME

17 Desember, 2004

andai Anda memiliki permasalahan, atau ketika Anda memiliki keinginan, siapa yang akan Anda temui? tentu orang yang Anda anggap bisa membantu. Dan itu bisa berarti orangtua Anda, pasangan Anda, adik atau kakak Anda, pimpinan Anda, atau teman yang menurut pandangan Anda punya kemampuan lebih tuk membantu.

pada buku ini Anda akan diajak menembus wilayah langit, untuk meminta bantuan Allah dan berharap pada Kuasa-Nya. juga meminta-Nya hadir di tengah permasalahan yang kita hadapi. bila Dia sudah berkenan, bukan saja kita bisa tersenyum sebab keinginan kita yang bisa saja dengan mudah kita dapat, tapi juga kita bisa say good bye – mengucapkan wassalam – pada semua kesulitan kita.

buku ini juga teramat bagus untuk membangun harapan dan optimisme, motivasi dan kepercayaan diri. Insya Allah.

penulis Yusuf Mansur

harga cover Rp22.500,-

dapatkan diskon 10% dengan berbelanja diBearbookstore.com

id sponsor: jendela


menunda-nunda

19 Oktober, 2004

menunda perbuatan baik untuk melakukannya di waktu luang adalah tanda kebodohan diri

al-hikam

mengapa sulit sekali untuk melakukan kebaikan-kebaikan pada saat ini? terlalu banyak godaan untuk memuaskan keinginan nafsu… padahal salah satu makna puasa adalah menjadikan kebaikan sebagai keseharian.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.