Seri Kiat Praktis Perencanaan Keuangan

7 Desember, 2005


SIAPA BILANG JADI KARYAWAN NGGAK BISA KAYA?

 

5 Kiat Mengelola Gaji Agar Bisa Kaya
Oleh: Safir Senduk - terbaru

Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Terbit: 10 Desember 2005 - segera dicetak ulang

Harga: Rp 22.800,- (121 halaman)

“Banyak orang bilang: “Kalau mau kaya, jangan lama-lama jadi karyawan. Keluar dan bukalah usaha sendiri.” Pertanyaannya: betulkah bekerja sebagai karyawan tidak bisa membuat Anda jadi kaya? Jawabnya: ternyata tidak betul…! Dalam buku ini, ada 5 kiat agar seorang karyawan bisa jadi kaya:
1. Beli & Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif,
2. Atur Pengeluaran Anda
3. Hati-hati dengan Utang,
4. Sisihkan untuk Masa Depan,
5. Miliki Proteksi.

Dipenuhi dengan sejumlah contoh serta langkah praktis untuk setiap kiatnya, buku ini pantas menjadi pegangan bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan.

————————————————————————-


“Akhirnya… tidak perlu berhenti kerja dari kantor untuk jadi kaya. Buku ini memberikan kiat-kiat yang sederhana tapi powerful untuk menjamin masa depan.”
Fifi Aleyda Yahya
Presenter - Metro TV

“…kiat-kiat dalam buku ini telah mematahkan teori Kiyosaki bahwa hanya pengusaha atau investor yang bisa menjadi kaya.”

Gung Panggodo Supryanto
Redaktur Eksekutif - Tabloid Bisnis Uang

“Buku ini berusaha menepis gambaran umum bahwa yang namanya karyawan nggak bisa kaya. Dan, ternyata berhasil…!”

Arief Agus “Lengky”
Knowledge Management Manager - PT Excelcomindo Pratama


7 Langkah Menuju Kesuksesan Finansial

16 Mei, 2005

Halo, senang sekali dapat bertemu lagi …walaupun hanya lewat kata-kata hehehe, kali ini kita akan bahas tentang langkah apa yang harus kita tempuh untuk dapat mencapai kesuksesan finansial.

KEMBANGKAN RENCANA KEUANGAN

Perencanaan sangat besar artinya bagi kesehatan kondisi keuangan Anda. Buat daftar tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda. Dengan mengetahui tujuan-tujuan Anda, Anda dapat merumuskan cara untuk mencapainya, dan segera memulai langkah-langkah untuk mewujudkannya. Mungkin Anda berpikir ,”Gimana nanti aja deh…”. Coba Anda renungkan saat ini juga apakah kita akan memliki penghasilan seperti ini selamanya, dan apakah tujuan hidup kita akan tercapai begitu saja tanpa perencanaan yang jelas? Tampaknya gak mungkiiin deh….

TAATI BUDGET ANDA

Pas jam makan siang, Anda mampir ke ATM dan ingin mengambil uang 50,000 untuk makan siang di luar (sekali-kali gak di pantry lah…). Pada saat Anda lihat saldo yang tersisa ternyata tinggal 20,000!! Hei, kemana saja perginya uang Anda??

Ini semua kembali ke masalah budgeting. Sebisa mungkin monitor secara ketat pengeluaran Anda sehari-hari. Buatlah catatan, berapa banyak yang harus Anda alokasikan untuk keperluan bulanan, keperluan harian dan keperluan rekreasi atau hobby Anda.

Jangan lupa sisihkan jumlah uang yang tetap setiap bulannya untuk ditabung. Ingat!! Pay yourself first, bayar diri Anda dulu untuk tabungan Anda, masa depan Anda, sebelum uang penghasilan kita pakai untuk keperluan kita yang lain…Menyusun budget itu gampang….yang susah itu bagaimana menaatinya…hehehe

HIDUPLAH SESUAI KEMAMPUAN ANDA

Jangan biarkan gaya hidup melampaui penghasilan Anda. Apabila Anda naik gaji (Amiiiin), jangan biarkan pengeluaran Anda ikut naik juga, Justru tingkatkanlah jumlah tabungan Anda…Selalu pisahkan kebutuhan dan keinginan, Anda mungkin tidak akan sakit atau mati jika keinginan Anda tertunda bukan?? Tapi kebutuhan adalah hal yang harus sebisa mungkin dipenuhi tiap bulannya.

Tipsnya….pandai-pandailah memilih teman. Kalau kita berteman dengan perokok…bukan tidak mungkin ada budget tambahan untuk beli rokok. Jika berteman dengan seorang ’shop-a-holic’ bisa jadi kita jadi beli sesuatu yang sebenarnya kita tidak perlukan….Intinya : KEEP ALL UNDER CONTROL

MENABUNGLAH !!!

Ingat, idealnya setiap orang mempunyai tabungan sebesar 2 - 4 kali lebih besar dari penghasilannya yang tidak boleh disentuh keuali dalam keadaan emergency. Mungkin saja mobil Anda rusak berat bersamaan dengan tanggal jatuh tempo pembayaran asuransi tahunan Anda. Di saat seperti ini…kerasa kan manfaat tabungannya.

Tipsnya…sisihkan 10% dari penghasilan Anda untuk ditabung sebaelum pengeluaran dan tagihan menanti. Jika tidak sanggup 10% bisa didapatkan dengan mengurangi ‘gaya hidup’ kita sebesar 10%. Susah?? Siapa bilang? Jika kita biasa makan dengan budget 10,000 sekali makan….apakah jika dikurangi 1,000 saja akan membuat Anda kelaparan? Hmm…

BEBASKAN DIRI DARI JERATAN HUTANG KARTU KREDIT

Kartu plastik ini memang godaan, seakan-akan kita memiliki uang lebih. Ingat bahwa kartu kredit bukanlah uang lebih!! Gunakan hanya di saat emergency dan bukan ketika Anda ingin membeli barang yang harganya di luar kemampuan Anda.

Tipsnya…memiliki 2 kartu kredit sudah sangat lebih dari cukup untuk Anda. Tapi 1 kartu saja sebenarnya sudah sangat cukup jika dapat digunakan secara bijak.

MEMILIKI PERLINDUNGAN KEUANGAN

Asuransi adalah bagian yang sangat penting dari sebuah perencaan keuangan Anda, dan memegang peranan utama dalam menjamin kepastian kondisi keuangan Anda di masa depan. Tentunya Anda tidak ingin sebuah bencana seperti insiden PJR di tol Jagorawi kemarin menghancurkan rencana masa depan Anda dan keluarga. Pertimbangkan kembali, apakah Anda telah memiliki proteksi yang cukup atas jiwa Anda, kesehatan, pendidikan, masa pensiun, mobil atau bahkan rumah Anda.

Sebuah fenomena menarik yang terjadi adalah orang Indonesia lebih bangga memiliki 3-4 kartu kredit, sementara di Jepang (katanya) orang justru memiliki 3-4 asuransi untuk dirinya. Di Indonesia banyak orang yang mengasuransikan rumahnya, mobilnya (karena masih kredit…hehehe), tapi tidak jiwanya (coba bayangkan siapa yang harus melunasi kredit mobil tersebut jika Anda meninggal)

BERINVESTASILAH

Jika memungkinkan, akan lebih ideal apabila di samping menabung dan mengikuti program asuransi, Anda juga dapat menyisihkan sejumlah dana untuk diinvestasikan.

Apabila Anda telah menjalankan empat saja dari tujuh hal di atas. Anda tengah berada di jalan menuju kesuksesan finansial. Namun, apabila Anda belum memulainya, tidak pernah ada kata terlambat.

Mulailah sekarang juga. Ingat bahwa ribuan langkahpun selalu dimalai dengan LANGKAH PERTAMA.

Salam Sukses

“The Financial Tips”

Kompleks Koperasi No.35 , Jl.Gatot Subroto (Sebelum PMI), Jakarta, DKI Jakarta 12780, INDONESIA

http://spreilutju.com/financialtips.html


PENGHASILAN TAK PERNAH CUKUP (BAG 3/3 - selesai)

9 Mei, 2005

Dikutip dari Danareksa.com

Jurus Ampuh Agar Penghasilan Kita Cukup
Setelah mengenal berbagai penyebab tidak cukupnya penghasilan kita, maka saatnyalah kita mencari obat penyembuhnya. Empat jurus ampuh berikut ini bisa di praktekkan untuk mengatasi penghasilan yang tidak pernah cukup, dan lebih dari itu bisa juga membantu anda mengembangkan dan menambah harta kekayaan anda.

Jurus Ampuh 1 : Mulailah Kebiasaan Berinvestasi
Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengalahkan inflasi, karena inflasi terjadi secara alami dan di luar kemauan kita. Inflasi selain bisa membuat kita defisit, juga bisa menggerogoti harta kekayaan kita jika tidak membuatnya berkembang biak ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi dari asumsi tingkat bunga inflasi.

Karena itu milikilah anggaran untuk investasi agar hasil keuntungan hasil investasi bisa menambah penghasilan kita. Mulailah dengan menghidupkan kebiasaan menabung sebesar minimal 10% dari penghasilan kita dan terus ditingkatkan jumlahnya sejalan dengan kenaikan penghasilan kita dan biasakanlah membayar tabungan kita dahulu sebelum membayar keperluan lainnya.

Jurus Ampuh 2 : Biasakan Untuk Membuat Anggaran Belanja Bulanan.
Tidak peduli berapapun penghasilan kita baik besar maupun kecil, memiliki anggaran belanja bulanan sangat penting karena akan membuat pengeluaran kita lebih terkendali. Kuncinya adalah membuat anggaran pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, dan biasakan berbelanja hanya sebesar jumlah yang sudah dianggarkan saja. Dengan mematuhi anggaran yang kita buat sendiri, kita tetap bisa berbelanja tanpa mengalami defisit. Dengan anggaran juga kita bisa memilah mana pos pengeluaran wajib dan mana yang tidak wajib. Tidak perlu menghilangkan pengeluaran tidak wajib jika tidak mau, namun karena tidak wajib kita bisa lebih leluasa untuk menguranginya. Karena itu belajarlah untuk membedakan mana pengeluran yang wajib, mana yang tidak wajib, mana keinginan dan mana kebutuhan.

Jurus Ampuh 3 : Batasi Cicilan Hutang Bulanan
Kewajiban cicilan hutang bulanan seperti cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan barang kreditan, dan cicilan hutang kartu kredit, jika di total semuanya sebaiknya tidak melebihi 30 % dari penghasilan bulanan. Dengan demikian 70% sisanya dari penghasilan kita dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup lainnya dan juga investasi.

Semakin kecil porsi hutang kita ( kurang dari 30% ), maka akan semakin besar sisa penghasilan bulanan yang menganggur yang bisa dimasukkan ke investasi, sehingga akan semakin baik pula kondisi keuangan kita.

Jurus Ampuh ke 4 : Miliki Dana Cadangan
Untuk mengatasi pengeluaran yang tidak terduga dan tidak terencana, sebaiknya memang tidak mengambil dari gaji rutin anda. Sebab gaji rutin memang diperuntukkan untuk pengeluaran yang rutin juga. Sedangkan untuk pengeluaran tidak rutin, sebaiknya diambil dari Dana Cadangan. Dana cadangan ini bisa berbentuk sejumlah uang yang anda simpan direkening di bank, sehingga anda bisa mengambilnya dengan cepat saat terjadi keperluan mendadak. Bentuklah dana cadangan minimal tiga kali pengeluaran Anda perbulan.

Namun jika penghasilan anda tidak rutin atau penghasilan anda belum stabil maka sebaiknya dana cadangan yang dibentuk lebih besar lagi, misalnya 6 kali pengeluaran keluarga per bulan. Jika saat ini andasudah memiliki sejumlah dana tertentu sesuai dengan kebutuhan jumlah minimal Dana Cadangan maka pisahkan dana ini ke dalam sebuah rekening tersendiri. Jika andasama sekali tidak mempunyai simpanan uang tunai, maka segeralah berusaha menyisihkan minimal 10% secara rutin setiap bulannya dari gaji anda.

Jika sudah tercapai sejumlah Dana Cadangan yang ditargetkan, maka anda bisa berhenti membentuk Dana Cadangan, dan kegiatan setoran rutin tabungan tadi bisa dialihkan ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi. Jika sewaktu-waktu Dana Cadangan terpakai, maka segeralah isi kembali, sampai sejumlah target Dana Cadangan nya tercapai.

OK, selamat berjurus ria!!
Salam Sukses


“The Financial Tips”
Kompleks Koperasi No.35 , Jl.Gatot Subroto (Sebelum PMI), Jakarta,
DKI Jakarta 12780, INDONESIA

http://spreilutju.com/financialtips.html


Buat yg pengen punya rumah idaman…

15 Juni, 2004

ini bukan promosi, ada bagusnya kalo kamu datang ke pameran Properti 2004 di JCC dari tanggal 12-20 Juni 2004 ini, di sana juga ada tawaran dari bank-bank penyedia layanan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

kenapa harus punya rumah sendiri? bukankah tempat tinggal saja sudah cukup? permasalahan rumah idaman ini bisa kamu temukan solusinya dengan mengunjungi pameran tersebut… siapa tahu cocok dengan kriteria rumah idaman kamu.

Namun, segala sesuatu perlu ilmunya, agar lebih mantap kamu bisa baca bukunya Mike Rini dari perencanakeuangan.com (Safir Senduk & Rekan) yang berjudul Mewujudkan Rumah Idaman (Tip & Trik Memiliki Rumah dan Mendapatkan KPR Bank) terbitan ElexMedia.

Mau lebih mudah mendapatkan bukunya? klik aja Bearbookstore.com

OK, selamat belajar dan berburu rumah idaman!


pinjam uang

11 Mei, 2004

beneran deh, gak bisa gak kasihan kalo ada orang yang ga punya atau sedang kesusahan. ceritanya tadi malam kedatangan tamu, temen yang baru aku kenal.

Seminggu sebelumnya dia datang ke rumah untuk pinjam uang karena dia harus bayar hutang. Alasannya dia berhutang karena meminjamkan uang kepada temannya untuk istrinya yang baru melahirkan. Pada saat dia tagih, eh temannya masuk rumah sakit karena DB, padahal si empunya uang mau datang. Dia baru gajian, tapi kalo dia bayar hutangnya dulu otomatis dia gak bisa kasih makan anak dan istri. setelah bicara masalah dia, aku bilang aja, aku gak punya uang sebanyak yang dia mau pinjam, karena keperluanku sedang besar. Aku pinjamkan saja seadanya, dia janji tertulis mau kembalikan bulan depan.

tadi malam dia datang lagi, sepertinya masalahnya berat banget. My Pa and Mom nanya ke aku apa dia mau pinjam uang lagi? Aku bilang aja dia mau curhat, jadilah aku ajak dia makan di luar. Dari obrolan aku dapatkan informasi:

1. dia gak berhasil dapat pinjaman lain selain dari pinjaman ke aku waktu itu,
2. dia gunakan uangku dan gajinya untuk bayar hutang
3. dia usahakan pinjam ke teman-temannya tetapi jahatnya mereka minta bunga pinjaman hingga 30%
4. dia pinjam koperasi dengan bunga 5% saja tetapi baru bisa didapat 10 hari lagi
5. istrinya pulang ke rumah mertua sudah lebih dari 3 hari tanpa kabar, kecuali memberitahu anaknya sakit
6. ibunya terus menanyakan sang cucu dan menantu kenapa belum pulang
7. si teman ini kebingungan mau minta tolong sama siapa

kasihan gak sih…? bayangin aja, kamis kemarin yang lagi hujan deras dan banjir, dia sempat sudah hampir sampai ke rumahku, tapi dia berhenti di masjid dekat rumah dan tidak jadi ke rumah. sabtu dan minggu kemarin dia hang out kemana-mana gak nemu solusinya. Dan dia sampai tadi malam belum ketemu istri dan anaknya sejak hari kamis.

Susah banget deh perasaan dia. Kucoba berempati dengan memberikan solusi-solusi paraktikal yang berat juga untuk dia lakuin. Jam 9 malam kita pulang, dan kusarankan agar dia menemui istrinya segera dan apapun yang terjadi harus bisa dipecahkan bersama-sama.

Mengetahui dia hanya punya uang Rp1500,- saja, tambah miris hatiku, (dulu waktu aku pertama kali kenal dia juga gak punya uang sama sekali untuk pulang dari Bandung ke Jakarta, manalagi kartu sim hp-nya hilang… hiks). Yasu, aku kasih aja ongkos ke dia cukup untuk 3 hari. Dia berharap aku bisa cari bantuan untuknya…


Kredit di Bank … Kartu Kredit … ???

10 Mei, 2004

Ini nih, gara-garanya omku pinjam kredit ke bank untuk urusan keluarganya, lalu belakangan ini rumahku diteror sama orang bank. Nyokap sampe stress dibentak2 sama debt collector. Om ku lari gatau kemana, terakhir kali kabarnya malah cerai sama istrinya. Hiks… Untunglah si debt collector ga nelpon ke rumah lagi.

Baru santai, eh sepupuku telpon ke nyokap, kalo dia punya utang kartu kredit yang belum kebayar… gubrakkk!!!… trus dia bilang kalo ada yang telpon ke rumah, kasitau aja gak kenal. Dan beneran penagih utang telpon ke rumah. Sepupuku sekarang pindah rumah, dengan hutang yang belum kebayar… jadi kasihan.

Sekarang, aku eplai kartu kredit, pas tahu aku eplai, nyokap langsung marah berat. Soalnya beliau tidak pernah mau kreditan (selalu ngajarin aku untuk bayar kontan, atau kredit tapi disiplin). waduh! Aku sih niatannya cuma buat jaga-jaga aja. Aku dah tahu resikonya kok.

Dari kecil dulu nyokap suka ngajarin aku nabung di bank, nah sejak bisa nabung sendiri, aku mulai pake kartu debit. Itu juga diwanti-wanti supaya tidak besar pasak daripada tiang. Untungnya kartu debit, dia gak bisa lebih besar daripada saldo tabungan kita.

Kenapa juga sekarang tertarik kartu kredit? Niatanku buat jaga-jaga in case butuh uang dalam jumlah besar tetapi gak punya uang cash. Tapi sebenernya kita punya uang di bank, nah kalo udah selesai urusannya biar bisa kubayar kontan belakangan. Istilahnya mengatur keuangan gitu lho!

Setahuku kalo kita bayar minimal tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo kita gak bakalan ditagih lho, apalagi kalo bayarnya full sesuai tagihan malah tidak dapat bunga. Aku dah pelajari sisi baik dan buruk dari baca artikelnya mas Safir Senduk, trus tanya-tanya ke pengguna kartu kredit, bahkan tanya ke temenku yang orang bank. Akhirnya kuputuskan memiliki kartu kredit.

Aku gak setuju dengan bunga, tapi ternyata kartu kredit dengan fasilitas lengkap bunganya justru paling tinggi. Anyway… mudah-mudahan aja aku ga terjebak dengan lingkaran kredit yang mencekik.