terompet dan radya

1 Januari, 2012

kemarin sore Radya, minta uang  kepada babanya untuk beli terompet, lalu dijelaskan oleh babanya bahwa terompet itu bukan kebiasaan orang Islam, tapi kebiasaan yahudi, lagi pula meniup terompet bersuara berisik dan mengganggu orang lain yang sedang istirahat. anak usia 5 tahun itupun menerima dan pergi. beberapa saat kemudian kembali lagi bersamaan dengan suara penjaja bapau, lalu ia berkata: “Baba, kalau uangnya buat beli bapau boleh ga?” :D


bukan SARA jika tidak bicara islam

10 November, 2011

Sebagai muslim saya meyakini bahwa Islam telah menyediakan seperangkat komplit panduan kehidupan manusia supaya dapat menjalani tujuan penciptaannya di bumi dengan baik dan benar. Karena Allah telah menyempurnakan agama-Nya dan tidak tersisa sedikit pun kasus kehidupan kecuali telah disampaikan oleh utusan-Nya kepada manusia. Hikmah-hikmah yang diperoleh dari menjalani Islam akan diperoleh dengan sendirinya tanpa pemeluknya repot mencari-cari tahu dengan sistem trial dan error. Namun tidak disangsikan bahwa sejak awal dakwah ini diusung oleh utusn Allah, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasalam, banyak yang merasa gerah dan berupaya menghalang-halangi cahayanya untuk menyinari seluruh permukaan bumi.

Di antara mereka membangkitkan sentimen persatuan kemanusiaan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar golongan. Padahal Islam justru memberi nilai lebih karena mengabaikan kesukuan, ras, dan antar golongan, dengan mengikat persaudaraan di atas keimanan kepada Allah dan satu agama yaitu Islam. Di antara mereka juga membangkitkan gaya hidup primitif dan alamiah dan menghidupkan kearifan lokal ataupun kebijaksanaan-kebijaksanaan yag dibuat oleh tokoh-tokoh spiritualis yang berafiliasi kepada agama-agama pagan, padahal Islam justru memberi nilai lebih karena menghidupkan gaya hidup yang holistik dan lebih selamat serta mengusung nilai-nilai yang diturunkan langsung oleh Sang Pencipta satu-satunya yang berhak diibadahi.

Sebagai contoh ketika zikir kepada Allah ditawarkan untuk menggantikan konsep inner peace yang datang dari buddhisme atau yoga yang datang dari hinduisme atau hypnotherapy yang datang dari kekristenan, maka zikir dianggap SARA. Ketika hukum-hukum doa dan praktik-praktik kesehatan nabawi ditawarkan sebagai pengganti konsep obat-obatan moderen yang datang dari barat atau konsep herba yang diramu dengan mantra dan tantra yang datang dari timur, maka doa dan obat dianggap SARA. Ketika tema keislaman diangkat pada setiap kali menjawab permasalahan hidup manusia, maka itu dianggap menyinggung isu SARA. Dengan demikian maunya para penghalang itu: mengambil kearifan lokal dari golongan, suku maupun konsep agama-agama lainnya, bukanlah SARA asalkan tidak dari Islam.


religion is debt

2 Agustus, 2011

الدين (read: ad-din) usually translated as religion. But Arabic words always have various meaning, and الدين can be translated as debt. It is called a debt because we cannot pay for it however we try to do many good deeds and serving Allah as well. Everything that have been created by Allah for human are free to enjoyed, could you imagine that if Allah asking for payment for every breath that we take, every step that we made, every beat that our heart done, and so on. How could we pay all those things.

While Allah only asking us to worship Him and join none with Him in worship. It can be treated as the way we pay our debt to Allah. He questioning the people who seek other than the religion of Allah, while to Him submitted all creatures in the heavens and the earth, willingly or unwillingly. And the religion of Allah is Islam, as what have been approved for us. For he who desires other than Islam as religion – never will it be accepted from him, and he, in the Hereafter, will be among the losers.

Even though we cannot pay any of our debt to Allah, we should still worshiping Him alone and doing good deeds as He commanded and avoid any evil deeds that He forbade. It is the only way to get His mercy, luckily for us if we not to go to the hell fire.


Susu Yang Aman Untuk Bayi

20 Februari, 2011

Dalam Al-Qur’an surat Albaqarah ayat 233, Allah menganjurkan para ibu untuk menyusui anak-anaknya selama dua tahun sebagai masa penyusuan yang sempurna, membolehkan penyapihan sebelum dua tahun atas kerelaan dan musyawarah ayah ibunya, serta membolehkan anak-anaknya disusui oleh orang lain. Dapat dibaca penjelasannya secara komprehensif di artikel yang ditulis oleh seorang ustadzah mengenai hukum penyusuan.

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/02/20/susu-yang-aman-untuk-bayi/


muslim in China – 2

27 November, 2010

清真寺 (read: Qīngzhēnsì)

is the writing that almost always be seen at every gate of muslim worship building which I visited in China. At Niujie mosque in Beijing, Dalian mosque in Dalian, Tanggu mosque in Tianjin, and Dongsi mosque in Beijing. It literally means mosque, but my Chinese friend always said that is Muslim temple.

So then, I tried to figure out the basic words that formed it by breaking it down. First word 清 means “clear”. Second word 真 means “true”. Third word 寺 means “temple” or “place of worship”. The first and second words can be combined as 清真 which is means “halal” or ”muslim”, or can be combined as 真清 which means “really clear”. Presumedly the word is first mentioned when the Chinese people see the Muslims have a rule to only eat halal food, clearly permissible, not doubtful or which is still not clear and even unlawful or prohibited.


muslim in China – 1

22 November, 2010

Musilin is Chinese pronounciation for Muslim (穆斯林, read: Mùsīlín), people who embrace Islam as their way of life. Muslims already in China since the first century the spread of Islam outside Arabia. During my visit to China, I took myself to visit the Muslim’s heritage, especially the mosque, which is always said by the chinese as the muslim temple.

The Niujie Mosque, also known as Cow Street Mosque (Chinese: 牛街清真寺; pinyin: niújiē qīngzhēnsì; literally “Cow Street Mosque”) is the oldest and the largest of all mosque in Beijing, China.  It was first built in 996 during the Liao Dynasty (916-1125). The local Muslim community was forbidden from constructing the mosque in a style other than traditional Chinese architecture, with the exception that the use of Arabic calligraphy was allowed. It was rebuilt in 1442 in the Ming Dynasty and was reconstructed and expanded as well as enlarged  in 1696 under the Qing Emperor Kangxi (1622-1722) of the Qing Dynasty.

The street where the mosque laid was named with Cow Street or Niu Jie, because muslims like to eat the cow meat of beef. And there are many vendors who sell the beef along the way. I went to that place when the dusk just before evening prayer. Having prayer in congregation with local residents was a very interesting experience. The prayer is, as commonly, conducted in Arabic language. Immediately after the prayer, followed by sunnah prayer before doing zikr. While the zikr can be done individually.

Although China is not an Islamic country, muslims who live in China are still allowed to live their Islamic teachings properly, and call to prayer still can be echoed on every prayer time but no loudspeakers. This mosque is one of the living proof of harmony Islam brought to the people of China.


antara iman dan cinta

24 Oktober, 2010

Sebait syair yang dinyanyikan oleh Marcel terekam olehku pada perjalanan pulang dari Bandung dalam sebuah kendaraan umum: “… /aku untuk kamu/kamu untuk aku/namun semua apa mungkin/iman kita yang berbeda/tuhan memang satu/kita yang tak sama/haruskah aku lantas pergi/meski cinta takkan bisa pergi/…”

Lirik lagu itu memang menyayat hati, tentang kegelisahan dua insan yang memadu kasih namun terhalang oleh perbedaan iman di antara mereka. Berdalih dengan Tuhan yang satu, mereka mempertanyakan apakah harus berpisah meski saling mencintai. 

Jika kita merujuk kepada para sufi yang hidup dalam agama cinta tentulah “mengizinkan” percintaan itu terjadi. Dan dengan dalih cinta serta pengagungan terhadap hak asasi manusia telah meleburkan semua perbedaan iman di antara mereka, mencampakkan ketentuan agama dan bahkan (secara kasarnya) berani mempertanyakan kebijakan Tuhan. 

Secara kaidah, iman dan islam jika disebut bersama-sama memiliki makna yang berbeda sedangkan jika disebut sendiri sendiri memiliki makna yang sama. Dengan demikian jika seseorang mengaku beriman, secara otomatis dia harus menjalankan keimanan itu di atas dasar-dasar Islam. Dan Islam tidak mengakui adanya perbedaan iman, karena orang yang tidak beriman secara Islam dia disebut kafir (mengingkari), musyrik (menyekutukan) atau munafik (berpura-pura).

Karena kaidah iman dalam Islam menyatakan demikian, maka orang-orang yang beriman dituntut untuk saling mencintai karena Allah saja. Dan orang-orang yang mengaku mencintai Allah akan dengan sadar mengikuti apa yang dibawakan oleh Rasulullah yang mulia dan mencampakkan semua prasangka maupun inovasi yang bertentangan dengan semangat iman.

Lalu bagaimanakah solusi bagi kedua insan yang berada pada kondisi syair di atas? Maka apabila salah satunya adalah orang yang beriman, hendaklah ia merujuk kepada Alquran dan Assunnah yang telah membimbing kita untuk beragama dengan lebih baik dan lebih selamat dunia dan akhirat, daripada sekadar memenuhi rasa cinta (baca: nafsu) yang ada pada diri mereka.


menziarahi masjid sunan ampel

5 Agustus, 2010

Waktu Isya sudah lewat satu jam ketika mobil yang kami tumpangi parkir di Jl. Nyamplungan, Surabaya. Kami berhenti di depan gerbang menuju Masjid Sunan Ampel. Sepanjang lorong dijual macam-macam pernik yang mencirikan keislaman, seperti peci, kopiah, tasbih, kitab, kaset ceramah, qiraat dan qasidah, serta kurma dan air zam-zam. Bagi saya ini kali kedua mengunjungi masjid yang didirikan oleh Sunan Ampel, salah seorang tokoh penyebar agama Islam di Jawa Timur, pada tahun 1400-an masehi. Sedangkan bagi teman saya ini kali pertamanya.

Setelah menunaikan shalat Isya, kami menengok lokasi pemakaman yang berada di sebelah barat masjid. Antara lokasi makam dengan masjid selain dibatasi oleh tembok masjid juga dibatasi oleh tembok makam yang terdapat lorong di antara keduanya. Papan peringatan yang terpampang menjadi panduan bagi pengunjung supaya berlaku sopan, tidak shalat di area pemakaman, dan berdoa hanya kepada Allah. Di area pemakaman juga sangat dianjurkan untuk melepas sepatu atau sandal, serta dilarangnya pengunjung berada di area pemakaman pada setiap waktu shalat berjamaah.

Baca entri selengkapnya »


Resensi: 38 Kesalahan Mendidik Anak

21 April, 2010

Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

Memperingati hari lahir RA Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, begitu banyak acara digelar untuk menggugah semangat perempuan. Bahkan anak-anak sekolah pun digugah kesadarannya untuk menjiwai semangat pahlawan perempuan Indonesia itu dengan mengenakan pakaian nasional, karnaval ataupun berkumpul dalam upacara peringatan. Semua itu dilaksanakan entah dengan kesadaran atau tidak bahwa sistem pendidikan saat ini belum mampu membentuk generasi penerus yang jauh lebih baik daripada generasi sebelumnya. Yang ada malah membangun semangat konsumerisme, permisivisme, dan kemerosotan akidah dan akhlak. Jauh sekali dari cita-cita Kartini sebagaimana dipetik di atas.

Baca entri selengkapnya »


Pancasila: dasar negara muslim terbesar

16 April, 2010

Beberapa syubuhat dihembuskan oleh beberapa kalangan yang terpengaruh oleh pemikiran haruri, yaitu kufurnya muslim yang hidup di negara yang tidak berhukum kepada hukum Allah secara seratus persen. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, namun dasar negara ini adalah Pancasila. Apakah hal ini membuat muslim yang tinggal di dalamnya menjadi kafir? Dengan mengurai satu per satu sila dalam Pancasila, tentulah akan meneguhkan identitas diri sebagai muslim Indonesia.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Siapakah yang paling mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa? Merujuk kepada QS Al-Ikhlaas, 112:1 menunjukkan bahwa Islam adalah landasan sila pertama.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Siapakah yang paling menghargai hak-hak asasi manusia? Merujuk kepada QS An-Nisaa, 4:85 menunjukkan bahwa Islam menjadi landasan sila kedua ini.

Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik (yang ditujukan untuk melindungi hak seorang muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan), niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3. Persatuan Indonesia
Siapakah yang paling menganjurkan persatuan dan menjauhi bercerai berai? Merujuk kepada QS Aal Imraan, 3:103 menunjukkan bahwa Islam menjadi inspirasi bagi sila ketiga.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Siapakah yang paling menganjurkan bersikap hikmah, bijak dan bermusyawarah? Merujuk kepada QS Aal Imraan, 3:159 menunjukkan bahwa Islam adalah pondasi sila keempat.

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Siapakah yang paling diwajibkan untuk bersikap adil? Merujuk kepada QS An-Nisaa’, 4:135 menunjukkan bahwa Islam adalah landasan sila kelima.

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Jika mau membuka sejarah, kita dapati bahwa Pancasila pertama kali terdapat dalam Mukadimah UUD 1945, sedangkan mukadimah itu berasal dari Piagam Jakarta, dimana sebagian dari penyusun Piagam Jakarta adalah ulama-ulama muslim Indonesia pada saat itu. Jadi, bagaimana mungkin Negara Pancasila ini tidak terinspirasi dari agama Islam?

sebagai tambahan ilmu


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.