31 Juli, 2008
Selesai shalat magrib di masjid dalam perjalanan pulang dari kantor, kulihat terdapat dua gerobak baso yang diparkir di pelataran masjid. Dua orang pedagangnya sedang duduk mengobrol ketika kuhampiri. “Yang mana nih tukangnya?” tanyaku sambil menunjuk salah satu gerobak. “Terserah yang mana yang mau dibeli, mas,” sahut salah seorang pedagang. Akupun menuju salah satu gerobak, “Yang ini saja,” sambil diikuti pedagangnya yang berkata, “Alhamdulillah, masih rejeki saya,” dengan penuh senyum.
“Jangan pakai mecin ya, mas,” pintaku. “Maaf, mas,” pedagang itu memandangku dengan rasa sesal, “kuahnya sudah saya taburi mecin.” “Ya sudah,” sahutku dengan rasa tidak enak hati, “kalau begitu jangan ditambahi lagi di mangkuknya ya, mas,” sambil diikuti senyuman si
pedagang.
Dagangan baso yang digelutinya hanyalah mengambil dari pemilik usaha dan menyetorkan sejumlah uang setiap hari. Namun ia menjalani pekerjaannya dengan penuh harapan supaya dapat menghidupi keluarganya yang ditinggal di kampung, membiayai pendidikan anak-anaknya. Omzet per hari baginya tidak dapat ditentukan karena, “Semua sudah ada yang ngatur, mas. Namanya juga dagang, kadang ramai kadang sepi.” Aku pun menyambung, “Iya mas, kita cuma menjalani peran yang harus kita lakukan. Selebihnya Allah yang memberi.”
“Modalnya cuma satu mas,” si pedagang duduk mendekatiku, “jujur. Kalau kita jujur, insya Allah segala urusan lancar.”
Leave a Comment » |
bilik madah | Ditandai: eska, inspirasi, jujur |
Permalink
Ditulis oleh andi
22 Juli, 2008
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa Diknas (bisa dibuka di sini), kata “inspirasi” adalah kata benda yang berarti “ilham”. Sedangkan kata “ilham” sendiri memiliki tiga arti:
1. petunjuk Tuhan yg timbul di hati
2. pikiran (angan-angan) yg timbul dr hati; bisikan hati
3. sesuatu yg menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb)
Nah, teman-teman, jika inspirasi berhubungan dengan hati maka mendapatkannya pun dengan hati. Mari membuka hati…
& Komentar |
bilik madah | Ditandai: eska, inspirasi, selasa |
Permalink
Ditulis oleh andi
5 Januari, 2005
Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan “Disini Jual Ikan Segar”
Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. “Mengapa kau tuliskan kata: DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?”
“Benar juga!” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “DISINI” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”.
Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya. “Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?”
“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN”
Sesaat kemudian datanglah pengunjung ketiga yang juga menanyakan tulisannya : “Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?”
Benar juga pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan “IKAN”
Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke-4, yang juga menanyakan tulisannya : “Mengapa kau tulis kata IKAN? bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging?”
“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.
Bila kita ingin memuaskan semua orang, kita takkan mendapatkan apa-apa !
Leave a Comment » |
bilik madah | Ditandai: inspirasi |
Permalink
Ditulis oleh andi
19 Oktober, 2004
menunda perbuatan baik untuk melakukannya di waktu luang adalah tanda kebodohan diri
al-hikam
mengapa sulit sekali untuk melakukan kebaikan-kebaikan pada saat ini? terlalu banyak godaan untuk memuaskan keinginan nafsu… padahal salah satu makna puasa adalah menjadikan kebaikan sebagai keseharian.
Leave a Comment » |
bilik madah | Ditandai: al hikam, inspirasi, motivasi |
Permalink
Ditulis oleh andi