8 Desember, 2010
Shopping at Ikea, Dalian was spending much time. We almost forgot to eat until our tummy were rumbling. But first, we need to find the Dalian Mosque in Beijing Street, near People’s Square, Dalian, and took day prayer there. The mosque was built in 1922. At the time of Cultural Revolution happened in China until 1979, all of worship building for any religion include this mosque did not operate.
In the courtyard there are several holes that had been prepared for the slaughter of the cattles. And there is a wall inscribed with a verse of the Qur’an which reads: “And hold firmly to the rope of Allah all together and do not become divided.”
你們當全體堅持真主的繩索,不要自己分裂。
We met Imam Hajj Yusuf as the master of the mosque, he invited us to come to the mosque at 9 a.m. in the next day for Idul Adha prayer. After had a light chat with him, we say goodbye to him, and went for late lunch at Alabo Dalian Minzu Restaurant which laid just the next building to the mosque. This restaurant managed by Chinese muslim, serving meals in mediteranian style. We feel very relieved and satisfied eating at this restaurant because it guarantees provided halal cuisine.
Tinggalkan sebuah Komentar » |
jalan setapak, jendela surau | Ditandai: China, Dalian, festival, food, halal, idul adha, ikea, meal, muslim |
Permalink
Ditulis oleh andi
7 Desember, 2010
It was a lucky for me that our generous Chinese friends understood muslim can not eat pork nor can drink alcoholic beverages. They took us to restaurants that muslims are the owner. Sometime they took us to Chinese restaurants that serve vegetarian meals or just don’t serve pork.
Although Muslim Cuisine Restaurant on Qianmen Street, Beijing (near Tian’anmen Square) served halal and very nice taste of Chinese food and Arab (阿拉伯) Dalian Minzu Restaurant, Dalian (near People’s Square) served halal and very nice taste of middle east food, they still provide wines, chinese liquor, and beer.
I did not know the reasons until then I found that many diners are not muslim, and these restaurants still have to survive. This issue is one of a matter of Islamic jurisprudence that is perhaps still likely to be understood as an emergency condition.
1 Komentar |
jalan setapak, jendela surau | Ditandai: arab, Beijing, China, chinese, cuisine, Dalian, food, halal, meal, middle east, muslim, restaurant |
Permalink
Ditulis oleh andi
27 November, 2010
清真寺 (read: Qīngzhēnsì)
is the writing that almost always be seen at every gate of muslim worship building which I visited in China. At Niujie mosque in Beijing, Dalian mosque in Dalian, Tanggu mosque in Tianjin, and Dongsi mosque in Beijing. It literally means mosque, but my Chinese friend always said that is Muslim temple.
So then, I tried to figure out the basic words that formed it by breaking it down. First word 清 means “clear”. Second word 真 means “true”. Third word 寺 means “temple” or “place of worship”. The first and second words can be combined as 清真 which is means “halal” or ”muslim”, or can be combined as 真清 which means “really clear”. Presumedly the word is first mentioned when the Chinese people see the Muslims have a rule to only eat halal food, clearly permissible, not doubtful or which is still not clear and even unlawful or prohibited.
Tinggalkan sebuah Komentar » |
jalan setapak, jendela surau | Ditandai: China, halal, islam, mosque, muslim, temple, word |
Permalink
Ditulis oleh andi
21 April, 2010
Status fb seorang teman: “tidak ada nash yang secara explisit mengharamkan “kodok” … tapi teteup aja … kebayang kalo misalnya nyantap kodok … geli2 gimanaaa gituh ! bener gak?
“, telah membuat saya mengaji kembali tentang makanan yang halal dan yang haram. Saya buka kembali file-file lama dan saya dapatkan beberapa hal:
Hadits Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu-, beliau berkata:
نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنْ قَتْلِ الصُّرَدِ وَالضِّفْدَعِ وَالنَّمْلَةِ وَالْهُدْهُدِ
“Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang membunuh shurod, kodok, semut, dan hud-hud. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih).
Apabila suatu hewan disebut haram dibunuh maka memakannyapun haram. Karena tidak mungkin seekor binatang bisa dimakan kecuali setelah dibunuh.
Lalu ada pertanyaan mengapa anjing tetap haram dimakan padahal tidak dilarang untuk dibunuh?
Baca entri selengkapnya »
6 Komentar |
jendela surau | Ditandai: amfibi, anjing, bangkai, buas, bunuh, fb, halal, haram, ikan, katak, KBBI, kodok, sembelih, Syafi'i |
Permalink
Ditulis oleh andi
22 Maret, 2010
Menyimak acara pro-kontra di TVOne mengenai fatwa haram rokok yang dikeluarkan oleh majelis tarjih Muhammadiyah, membuat hati miris. Betapa urusan halal-haram yang merupakan ranah hukum agama diperdebatkan dengan segala kondisi aktual. Sebagian mengatakan bahwa fatwa tersebut adalah ijtihad yang boleh diikuti atau tidak. Sebagian lagi mengatakan bahwa urusan halal-haram bukan sekedar boleh ikut atau tidak tetapi berdampak akhirat. Sebagian meminta agar tetap dimakruhkan saja. Sebagian mempertanyakan kredibilitas yang mengeluarkan fatwa. Sebagian menyayangkan fatwa tersebut dikeluarkan tanpa ada solusi bagi rantai produksi tembakau dan nasib para petaninya. Sebagian memilih supaya rokok diatur melalui peraturan pemerintah sebagaimana miras telah diatur.
Memang urusan agama jika ingin diperdebatkan dan dimasukkan ke dalam logika berpikir manusia, apalagi yang membahasnya adalah orang-orang yang tidak memiliki ilmu agama yang mumpuni, maka akan panjang urusannya. Untunglah, Karni Ilyas sang moderator yang juga perokok berat, menutup perdebatan dengan mengatakan bahwa ranah agama harus dikembalikan kepada Alquran dan Hadits, kemudian mengajak hadirin maupun pemirsa untuk bersama mencari arah solusi positif atas dampak fatwa tersebut.
—
Rokok memang secara lugas tidak terdapat di dalam Alquran dan Hadits karena ia merupakan hal baru yang tidak ada pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasalam, sehingga masuk ke dalam perkara syubuhat (samar). Dan ianya menjadi dialog panjang para ulama. Sebagian ulama mengambil hukum makruh (dibenci dan tercela), sedangkan sebagian besar ulama mengambil hukum haram (terlarang dan berdosa) karena rambu-rambu fikih mengarahkan rokok dan merokok lebih cenderung kepada haram.
Jika sesuatu yang samar-samar itu dibenci dan tercela, tentulah lebih baik bagi seorang muslim menjauhi perkara tersebut, supaya tidak terjatuh kepada hal-hal yang dapat menjerumuskannya kepada yang haram, sebagaimana hadits dari sahabat Nu’man bin Basyir radliyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda:
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya ada perkara-perkara samar (syubhat/tidak jelas halal haramnya) yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Maka siapa yang berhati-hati dari perkara samar (syubhat) ini berarti ia telah menjaga agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang jatuh dalam perkara syubhat berarti ia jatuh dalam keharaman, seperti seorang penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar daerah larangan, hampir-hampir ia melanggar daerah larangan tersebut. Ketahuilah, setiap raja itu memiliki daerah larangan. Ketahuilah, daerah larangan Allah adalah perkara-perkara yang Allah haramkan. Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal darah. Apabila baik segumpal darah itu maka baik pula seluruh jasad. Sebaliknya apabila rusak maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah segumpal darah itu adalah hati”. (Hadits riwayat Bukhari no. 52, 2051 dan Muslim 1599)
Tinggalkan sebuah Komentar » |
beranda, jendela surau | Ditandai: fatwa, halal, haram, karni ilyas, makruh, merokok, muhammadiyah, rokok, syubuhat, TVOne |
Permalink
Ditulis oleh andi
16 September, 2008
barangkali ada teman-teman yang mampir di blog ini dan mengakses postingan tentang indohalal perlu diberitahukan bahwa postingan tersebut diterbitkan pada desember 2004. Sejak tahun 2005 saya sendiri sudah mengalami kesulitan mengakses website tersebut. Dan sampai hari ini website tersebut masih tidak dapat diakses. Sangat disayangkan memang, begitu banyak informasi mengenai halal lifestyle yang bisa diperoleh dari web tersebut. Apalagi tanya jawab produk makanan halal dengan Dr. Anton Apriyantono (dosen Fakultas Teknologi Pangan IPB yang kini menjabat Menteri Pertanian RI).
Namun tidak perlu bersedih hati, karena tugas indohalal.com tetap diteruskan oleh milis HBE dan telah menelurkan situs informasi halal yaitu Halalguide.Info dengan demikian gaya hidup halal tidak perlu terhenti walaupun situs Indohalal.Com sudah tak berwujud lagi
Tinggalkan sebuah Komentar » |
jendela surau | Ditandai: anton apriyantono, gaya hidup, halal, halalguide, HBE, indohalal |
Permalink
Ditulis oleh andi
11 Desember, 2007
kebanyakan kita berpendapat nasi goreng ayam halal, sehingga tak sedikit orang yang makan nasi goreng dengan yakin kehalalannya tanpa mempertanyakan bagaimana proses pembuatannya. jika nasi goreng ayam tersebut buatan dapur sendiri, boleh saja 90% halal (saya tidak katakan 100% karena boleh saja kita menggunakan bahan-bahan yang selama ini dianggap halal tetapi belum bersertifikasi halal). namun bagaimana jika kita makan nasi goreng di restoran, katakanlah restoran tenda yang murah meriah, yang menjual masakan asia, tetapi juga dihidangkan pork asam manis di dalamnya. nah lho! adakah yang dapat memastikan alat masak yang digunakan untuk menggoreng nasi ayam kita adalah alat masak yang berbeda untuk memasak pork asam manis? bahkan lebih jauh jika kita mau menelusuri ayam yang kita makan apakah disembelih dengan cara islam?
waduh, maaf lho, postingan ini bukan untuk membuat pembaca paranoid dengan nasi goreng ayam, apalagi restoran atau rumah makan asia. hanya mengingatkan bahwa ternyata untuk menjaga diri dari hal-hal yang haram itu perlu ekstra hati-hati dan teliti. jangan akhirnya malah merepotkan diri sendiri hingga tidak makan. bukan itu …
sertifikasi halal, jelas menenangkan hati kita. namun bagaimana dengan yang belum bersertifikat? bukan berarti tidak halal, hanya butuh ekstra teliti untuk mengonsumsinya. kecuali jika terpaksa, misalnya berada di negara non muslim yang sulit sekali mencari rumah makan bersertifikat halal (boro-boro bersertifikat, orang-orangnya saja tidak kenal apa itu halal, :p). alhamdulillah, dalam kondisi terpaksa ini Allah memberi keringanan, asalkan kita makan secukupnya saja, dan penuh rasa terpaksa. (QS 2:173, 5:3, 6:119, 6:145, 16:115 ). dan ada satu hal lagi yang banyak muslim yang tidak mau memperhatikan bahwa makanan ahli kitab (yahudi dan nasrani) adalah halal berdasarkan QS 5:5.
pengecualian ini hanya berlaku bagi teman-teman yang mampir di negeri non muslim (bukan tinggal, apabila bermukim sudah wajib baginya mengadakan makanan halal bagi dirinya dan keluarganya) atau tinggal di negara muslim tetapi di daerah yang dikunjunginya sulit ditemukan makanan bersertifikat halal.
2 Komentar |
jendela surau | Ditandai: halal, nasi goreng ayam, ngaji, sertifikat, tips |
Permalink
Ditulis oleh andi
8 Desember, 2007
Many Muslims think if a food product does not contain animal derived ingredients and no alcohol, it is okay to eat. This is not true because many food products contain hidden ingredients which are Haram.
Take an example of Apple Juice, it is made from Halal fruit Apple and the ingredients statement says it is 100% apple juice. However, during the processing of apple juice, the colloidal material and coarse suspended solids cause cloudiness to apple juice. In order to make apple juice clear, a clarification process is needed. Pork or beef gelatin tannin precipitation is used for this clarification. Many apple juice producers still use this method. An apple juice company’s 800 number can be found on an apple juice package, which does not have a kosher symbol on it. If you call this number, the operator will say that their apple juice does not contain animal derived ingredients and alcohol. However, the pork gelatin-tannin is a processing aid ingredient or hidden ingredient. This juice becomes Haram because of a contamination of pork gelatin. Only Halal or kosher certified apple juice is Halal because both certifications protect Muslims from Haram ingredients.
So please do not assume that no animal derived ingredients and no alcohol in a food product means it is Halal.
[http://www.canadianhalalfoods.com/allalerts.shtml]
Nah, memang seharusnya banyak pertimbangan ketika kita memilih minuman atau makanan, terutama bila kita tinggal di negara non muslim yang tidak begitu memperhatikan halal-haram. selama kita dapat memastikan kehalalannya dengan mengecek produk tertentu pada institusi halal yang ada maka itu lebih baik. namun jika tidak, menjauhi produk tersebut sedapat mungkin adalah langkah yang bijak.
bagi yang tinggal di negara muslim, seharusnya bersyukur dan berbangga karena ada institusi halal yang dapat dipercaya dan memperhatikan urusan umat islam sehingga lebih mudah bagi setiap muslim untuk memilih makanan dan minuman yang halal baik dan enak sesuai tuntunan agama.
silakan rujuk ke [www.halalguide.info] untuk informasi halal berbahasa Indonesia.
Tinggalkan sebuah Komentar » |
jendela surau | Ditandai: , apple juice, halal, makanan, minuman |
Permalink
Ditulis oleh andi
7 Desember, 2007
“ginger” adalah jahe, “ale” adalah kata yang serupa dengan “beer”. pada mulanya saya mengira ginger ale adalah minuman beralkohol seperti beer, tetapi dari kaleng canada dry ginger ale tidak saya temukan sama sekali kandungan alkohol dalam ingredients maupun tertulis kadar alkoholnya sebagaimana biasa tertulis pada kaleng beer. dari penelusuran wiki, google dan yahoo, juga mampir di beberapa blog, paling tidak ada informasi yang mau saya bagi tentang ginger ale.
- ginger ale, pada umumnya tidak beralkohol dan merupakan minuman ringan berkarbonasi (kecuali yang homemade karena ada proses fermentasi di dalamnya yang membuat hasil akhirnya beralkohol, yang ini biasanya disebut ginger beer)
- ginger ale, karena mengandung jahe dapat membantu mengatasi masalah perut, menghangatkan badan, dan bersifat tonik (penyegar)
- ginger ale, biasa digunakan sebagai pengganti champagne atau pelengkap cocktail di bar (hati-hati, cocktail yang dimaksud adalah campuran minuman beralkohol dengan biasanya beraroma buah seperti lemon atau lainnya), biasanya orang yang tidak minum alkohol ketika diajak ke bar akan memilih ginger ale atau softdrink lainnya
- ginger ale, menjadi popular sebagai minuman ringan pengganti minuman beralkohol sejak kebijakan pemerintah di negara maju membatasi penggunaan dan perdagangan minuman beralkohol
- ginger ale, atau limun jahe dikenal dalam cerita Lima Sekawan karya Enid Blyton sebagai minuman kesukaan si lima sekawan
namun begitu, untuk menjaga kehati-hatian terutama bagi teman-teman yang tidak minum minuman beralkohol sebaiknya membaca dengan seksama informasi di kaleng atau botol ginger ale. untuk beberapa negara muslim yang menerapkan aturan kehalalan produk dengan ketat, apabila dijual ginger ale di toko-tokonya insya Allah halal.
Tinggalkan sebuah Komentar » |
jendela surau | Ditandai: alkohol, champagne, cocktail, enid blyton, ginger ale, halal, jahe, softdrink |
Permalink
Ditulis oleh andi
4 Desember, 2007
flying with an airline, even though arranged by travel agent, we can make our fly better. choose the time sufficient for you to do the administration process in the airport. for me, as a muslim, meals and drinks does matter. actually you can request special meals before flying so that the airline can preserve for you. and something good that you can request it is by joining as member of frequent flyer. you just not only can request for the meals, but you can also request for the seat preference, and you will get the mile points which can be exchange to free journey when achieve some values.
when flying british airways from jakarta to london via hong kong, the cathay pacific (code share with british airways) flight attendant came to my seat and explain that they don’t serve for the moslem meal requested. then she give me list of meals i can choose. i prefer vegetarian and fish. in the flight to london, the attendance automatically serve for me moslem meal. but in the morning, i was shock when served an english breakfast: pork sausage and meat.
“i cant eat this, i have request for special meal,” then the attendance notice shortly, “oh sorry, maybe was serve while you were sleep. i will get your meal soon.”
and my special meal then come, and i can eat in convenience.
7 Komentar |
jalan setapak, jendela surau | Ditandai: flight, halal, moslem meal, tips |
Permalink
Ditulis oleh andi