hujan kemarin sore…

21 Juli, 2006

akhirnya bisa hujan-hujanan lagi!

pulang kesorean kemarin sore, karena asyik nge-net di kantor bikin andi pulang setelah jam 5 sore, biasa dengan kemcetan sore, pas di mampang prapatan ngelihat langit yang gelap, wah pertanda hujan nih…

perjalanan dengan sepeda motor aman sampai ragunan, walaupun harus bergelap-gelap dengan mendung, tapi di kampung kandang tersiram juga deh. daripada harus menunggu reda, sekalian aja menerobos hujan yang ternyata semakin deras sampai di kampung curug tanahbaru.

masuk ke teras rumah, minta handuk ke citra lalu mandi dan segar! habis salat magrib, bermain bersama raka sampai dia tertidur sementara gerimis masih mengguyur sampai lewat isya. kami pun makan malam bertiga: raka menetek ASI, andi makan sambil menyuapi citra :)

malam tadi, tidak selembab malam-malam sebelumnya, cukup nyaman untuk tidur dan menikmati buaian :)


4:06 PM

19 Juli, 2006

setelah beberapa lama absen dari blogger, eh maksudnya “jendelaku”, pengen deh menulis sesuatu tentang yang kualami, terutama hari ini… kalo mo dibilang seberapa banyak sih pengalaman hari ini, ga banyak juga, tapi paling tidak mencoba menumpahkan isi hati…

ini sore harusnya aku dah pulang kembali ke rumah.. tapi baru aja selesai rapat yang dimulai dari jam 9:30 AM dengan break untuk makan siang dan salat zuhur. butek banget… ketemu sama orang yg ga incharge trus tiba-tiba dia nuntut ini itu, dengan alasan “gue kan baru dateng”… trus ketemu lagi sama pejabat baru yang “maksudnya sih memperbaiki” tetapi justru malah menyalahi kontrak… sebabnya programer yg ada dikontrak untuk sekop tertentu, tetapi permintaan si pejabat malah diluar sekop tersebut.., wah harus ngurus kontraknya dulu dong bos!

memang masalah program database itu, baru bisa jalan kalau datanya komplit, kalau belum ada data gimana kita bisa evaluasi… dus.. data juga harus valid, kalau ga valid gimana bisa diterima? nah, programer kan dikontrak cuma bikin rumahnya, untuk urusan isinya ya urusan yg punya rumah dong… artinya kami sebagai user jadi kena tanggung jawab buat ngisi datanya??? waduh ngurusin kerjaan yg sekarang aja dah numpuk ditambah input data? harus ada komitmen nih, berapa $ per data? hehehe…


Make A Wish

21 September, 2004

Satu harapanku di awal langkahku menuju pernikahan: Semoga Allah berkenan melimpahkan berkah-Nya pada kami, pada pernikahan kami, dan semoga kami berdua dihimpunkan-Nya dalam kebaikan.

Sekarang sudah sebulan lebih sedikit kami bersama. Ada kegilaan, banyak hal mengagetkan, mengharukan, sedih, nge-bete-in… Ada beda pendapat, adu argumen, kelegaan, penundaan… Ada banyak pelajaran untuk ikhlas, untuk terbuka, untuk pede… Ada cinta…

Lalu, sedikit-sedikit kami mulai membangun harapan. Harapan bisa beribadah dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik, harapan agar terus-menerus bisa merasa seperti layaknya pengantin baru, harapan bisa semakin baik menjalani amanah sebagai suami/isteri… sampai harapan punya rumah, punya kendaraan roda empat, atau segera dikaruniai momongan…

Ternyata mengharap berkah itu detail… beresonansi dalam banyak harapan2 manusiawi kami… kami jadi berharap yang detail2 itu pun diberkahi…

Sisi positifnya, kami jadi berusaha agar lebih ikhlas ketika harapan2 yang detail itu belum diwujudkan-Nya… Allah yang paling tahu kapan, dimana, bagaimana, dsb, harapan2 itu dikabulkan sekaligus diberkahi-Nya…


someone’s getting married

9 September, 2004

jumat kemarin, seorang teman yang pernah mengisi hatiku dalam takaran yang tidak biasa2 aja, mengabarkan tentang rencana pernikahannya lewat sms. luka? enggak lah… Allah kan sudah menghadiahkan pengganti yang sangat(uncountable) spesial buatku…

tapi kuakui ada sedikit getir. getir karena dia show-off (aku ga nanya dan gak mancing lho!). getir memikirkan kemungkinan alasannya. getir karena anggapan jangan-jangan dia memutuskan untuk melanjutkan proses ini setelah merasa kutinggalkan. getir karena dia tidak mengetahui kalau aku sedikit terlibat di sana.

agak lama - hampir seminggu setelahnya - aku beritahu suamiku. sepertinya dia seneng sekalee… entah apa alasannya. jangan kira aku nggak menduga-duga :P jangan kira juga aku nggak geer :D:D :D

well, sekarang aku betul-betul berharap Allah berkenan memberi berkah. buatnya, buat calon isterinya, buat pernikahan mereka, buat kehidupan rumahtangganya kelak… buat ke-istiqamahan mereka mempertahankan proses ini… or even buat ketegarannya memulai kembali proses yang baru jika yang ini mengalami kegagalan…

seperti dia pernah berkata padaku beberapa hari menjelang hari pernikahanku - waktu itu dia kuminta datang tapi nggak bisa karena banyak kerjaan - dalam bahasanya yang begitu sederhana: “alhamdulillaah, aku ikut seneng. siapa ikhwan yang beruntung itu?”… sekarang aku juga ingin berkata, dalam bahasa yang sengaja dibikin beda :P :

“alhamdulillah, aku ikut seneng. siapa akhwat yang pemberani itu?”


Hidupku Ancur

31 Juli, 2004

Hidupku Ancur.

Mungkin itu yang pertama kali terpikir kalau seorang melankolis -seperti misalnya: SAYA- berhasil mengingat dengan susah payah sebab dari suatu tindakan keliru yang dulu dilakukan…

Hidupku Ancur.

Mungkin itu yang tercetus kala kita merasa nggak mampu bertindak pahlawan terhadap -even sekecil apapun- peristiwa yang menjatuhkan perasaan, kehidupan, atau bahkan cinta kita…

Hidupku Ancur.

Mungkin itu adalah justifikasi yang membuat kita merasa nggak mampu berdiri sendiri, atau merasa punya arti atas hidup yang mestinya direnda dengan sabar…

Hidupku Ancur.

Ya kali, tapi dengan yang ancur-ancur itu kita belajar memungut serpihan. Yang mungkin saja membuat kita mendapatkan luka baru…tapi lama-lama membuat kita lebih ahli memperlakukan ujian…atau takdir…

Hidupku Ancur.

Hidupku Sangat Ancur.

Hidupku Ancur-ancuran.

Terserah,

Manusiawi kok.


sore selalu bercerita tentang hari

14 Juni, 2004

ada banyak hal yang membuat hari ini penuh cerita, tadi pagi my SO send me sms:

“Morning doesn’t mean getting up n working again..
It rather means Allah loves u so much to let u live n see another day..
Good Morning, hav a wonderful day! :D

sengaja tidak kubalas sms-nya. mudah-mudahan sih no prejudice yg gak2 thd aku.. namun begitu aku dapat berbangga hari ini akhirnya selesaikan laporan2 close out Caltex tahun 2002, 2001, dan 1999. (laporan2 Talisman masih menunggu utk kukerjakan). siang sengaja gak makan bareng teman2, kemarin niat mau puasa hari ini, tapi mama pak-kan nasi dan lauk di tupperware kesayanganku. jadilah makan siangku dengan bekal yg kubawa.

agak gembira karena rencananya rabu aku ke bandung tuk rapat penyamaan persepsi, tapi aku kuatir jua karena sebenarnya itu rapat untuk para kepala dinas ke atas (aku masih staf). Dan benar saja, setelah SPD kubuat nyatanya jam 2 siang tadi ada kabar aku gak boleh berangkat oleh Kepala Divisi, jadi diganti dengan yg lain. Sesal… sedikit lah ada. tapi lebih beruntung aku tak jadi, karena akhir pekan ini aku punya acara. lagipula load pekerjaanku masih banyak menumpuk.

jenuh dengan komputer, ikut saja rapat klarifikasi dengan Petronas Carigali tentang masalah lubang dan sidetrack. selesai jam 3 tadi. Ugh, sore memang selalu bercerita tentang hari…