coretan di busway

23 September, 2010

Siapa yang sukacita melihat busway dicorat-coret? Saya kira tak satupun

Bagaimana dengan coretan mengenai busway? Barangkali http://tbws.wordpress.com (yang sebagian tulisannya merupakan impor dari blog ini) dapat bercerita sedikit mengenai hal-hal yang dialami oleh salah seorang penumpang setia Transjakarta busway.

Terima kasih telah berkunjung dan menikmati cerita tentang busway. Dan bila anda adalah salah satu dari penumpang, peminat, pemerhati, atau pengurus busway, saya mengundang anda untuk mencoretkan sebarang komentar atau berbagi cerita di blog tersebut. Silakan!


Selamat!

9 Juli, 2010

“Halo, selamat sore Bapak, saya dari Transjakarta, mohon maaf mengganggu waktunya, saya hendak mengucapkan selamat karena Bapak telah memenangkan hadiah Gratis 1 Minuman produk Coca Cola. Mohon informasinya, apakah Bapak telah menukarkan hadiah tersebut?”

Mengalirlah keluhan saya sebagaimana posting sebelumnya dan juga berbagai kesan dan saran sebagai pengguna bus Transjakarta Busway. Ternyata kejadian yang saya alami boleh dibilang “apes”. Sebabnya, menurut sang penelpon, sudah banyak pemenang lainnya yang menukarkan hadiah tersebut di halte lain dan tidak menghadapi masalah seperti yang saya alami.

“Terima kasih banyak, Bapak atas segala masukannya untuk menjadikan kami menjadi lebih baik lagi. Untuk keluhan Bapak akan kami telusuri. Bapak dapat membubuhkan komentar pada website kami. Selamat beraktivitas kembali, Bapak.”


Promosi (1/2 hati) Transjakarta

7 Juli, 2010

Dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan dan pendekatan dengan para pengguna bus transjakarta, Badan Layanan Umum Transjakarta Busway (BLU TB) telah membuka layanan SMS Pengaduan 9250. Bahkan untuk lebih menarik kepedulian para pengguna busway selama bulan Juni 2010 lalu bagi pengirim SMS Pengaduan 9250 terbanyak diiming-imingi dengan Promosi Gratis Sebotol Produk Coca Cola. Promosi tersebut dilakukan dalam bentuk poster yang ditempel di setiap halte busway. Saya sebagai pengguna busway tentu saja tertarik dengan promosi tersebut, iseng-iseng melepas dahaga. Mengingat betapa menyebalkannya menanti bus yang datang di setiap jam pulang kantor antara jam 17 – 19, karena sudah lama, harus berebutan pula dengan penumpang yang lain, tentu saja membuat sebotol minuman menjadi sangat berharga dalam penantian busway tersebut. Fasilitas vending machine yang diletakkan di beberapa halte busway pun saya gunakan untuk membayar kehausan itu. Dengan harga yang tidak jauh beda dengan kaki lima, minuman dari vending machine lebih terjamin karena penyimpanannya. Sayangnya untuk menggunakan mesin tersebut masih dibantu operator yang seringkali tidak berada di tempat.

Pesan demi pesan yang saya kirimkan ke SMS Pengaduan 9250 selama bulan Juni 2010 lalu membuahkan hasil tidak hanya sms ucapan terima kasih dari mesin penjawab sms otomatis beridentitas Hot News, tetapi juga berbagai informasi dari BLU TB. Kemudian pada tanggal 5 Juli 2010 saya mendapat pesan singkat di ponsel saya dari Hot News berbunyi: “04-Tunjukkan & tukarkan SMS ini dengan 1 minuman gratis dari Coca Cola for Jakarta di loket halte Transjakarta yang terdapat vending machine. Berlaku 6-7 Juli’10″. Pada tanggal 6 Juli 2010 sepulang kantor di Halte Ragunan saya tunjukkan SMS tersebut kepada petugas yang kemudian diarahkan untuk menemui operator vending machine.

Dari operator itu saya peroleh informasi bahwa ia mendapat SMS dari Ibu Yuni (085693863347) bahwa orang yang bernama Pak Dudung dari pihak busway tidak setuju dengan program ini sehingga operator diminta untuk menolak pelanggan yang hendak menukarkan SMS tersebut dengan sebotol minuman. Saya tanyakan kepada operator tersebut siapa saja yang sudah klaim botol minuman pada hari itu? Dijawabnya bahwa selama ia berjaga, belum ada satupun kecuali saya yang melakukan klaim SMS gratis minuman tersebut. Enggan berdebat dengan operator tersebut, saya coba hubungi Ibu Yuni dengan nomor yang diberikan oleh operator untuk klarifikasi hingga 3 (tiga) kali, tetapi tidak ada jawaban. Pertanyaan saya mengapa tidak ada SMS klarifikasi dari Hot News yang meminta maaf bahwa program gratis tersebut dibatalkan?

Sekali lagi BLU TB telah menunjukkan kinerja yang tidak profesional dan tidak jelas dengan mengecewakan pelanggan melalui promosi separuh hati (xxxxx xxxxxxxxx).


pembagian gender di bus transjakarta

11 Juni, 2010

Ada hal baru dalam dua hari terakhir yang saya temui ketika menumpang bus transjakarta koridor 6, barangkali hal ini berlaku pula untuk koridor yang lain, yaitu pemisahan antri pintu berdasarkan gender. Selama ini pemisahan antri pintu hanya berdasarkan ibu hamil-orang sakit-berdiri-duduk dan itu pun hanya berlaku di terminal keberangkatan, bukan di setiap halte busway. Kabarnya pemisahan pintu berdasarkan laki-laki dan perempuan ini dilakukan sebagai tanggapan atas laporan kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah seorang penumpang beberapa waktu lalu. Tindakan reaktif ini walau cukup bagus, menurut saya kurang efektif jika belum memisahkan penggunaan busnya.

*update 060710: Ada polling tentang hal ini di http://www.transjakarta.co.id/ kita juga bisa senyum melihat hasil pollingnya lho!*


Cycling, the 2nd

7 Mei, 2010

As a person who tries to respect the rights of others, I try to be consistent with that attitude though sometimes had a little break as long as permitted by the right owner :) As well as when cycling this morning, I felt safe with me pedaling my bike in the lane.

Until now, in Jakarta was not yet provided a special lane for bicycles, so it is still biased to the so-called cycling track. Therefore, using the general rule that motorcycles, bicycles, even cars with low speed should drive in the left lane, so I ride my bike in the left lane. With a little maneuvering to take the pedestrian path, especially when the jam while there was no passing pedestrians.

Several times I’ve seen cyclists who rode in the busway lane, but I did not have enough courage to follow them because I cringe first heard the Transjakarta sound the horn. Besides, by taking the busway lane, I had violated the rights of Transjakarta bus users and put myself at high risk of accidents. Better and safer to ride on the left lane, anyway.

This morning, cycling 20 km to work only takes 60 minutes, 15 minutes faster than before. Could be due to leave early and take a different route: Matoa Golf – Kahfi 1 - Cilandak – Ampera – Kemang Timur – Pasar Warung Buncit – Mampang Prapatan – Kuningan Barat – Jamsostek Bridge - Patra Jasa. Try it, because cycling is refreshing.


Enrique Penalosa: Trotoar Yang Manusiawi Hingga Masa Depan Busway

17 Februari, 2010

Ga jauh beda dengan yang pernah kutulis tentang busway, trotoar, motor dan mobil. Mantan walikota Bogota percaya jika semua itu dikelola dengan lebih baik. Masa depan Transjakarta dan juga kota Jakarta bisa jadi lebih baik lagi :)

Enrique Penalosa: Trotoar Yang Manusiawi Hingga Masa Depan Busway.


efisiensi busway

11 Maret, 2009

melanjutkan tulisan kemarin keluar dari stasiun gambir, saya melewati  parkiran taksi bluebird langsung menuju halte busway, mengabaikan para supir taksi dan ojek motor. waktu menunjukkan jam 21:45 masih ada 15 menit secara teori sebelum semua halte busway tutup kasir. di depan kasir saya ditanya oleh petugas, “mau ke mana pak?” saya jawab bahwa saya mau ke ragunan, dengan melakukan 2 x transit di harmoni dan dukuh atas.

berbeda dengan kereta yang apabila penumpang hendak berganti rute harus keluar peron untuk membeli karcis kemudian masuk lagi, busway memberikan keleluasaan bahwa selama berada di dalam halte, penumpang tidak perlu membeli karcis lagi untuk dapat menaiki bus dengan rute yang berbeda. inilah efisiensi busway yang perlu ditiru oleh kereta.

Baca entri selengkapnya »


efisiensi berkereta

10 Maret, 2009

kereta api masih jadi alternatif kendaraan saya dari bandung ke jakarta, terutama pada long weekend kemarin, dimana hampir semua shuttle already fully booked sedangkan mencapai terminal leuwi panjang memakan waktu lebih lama dan harus melewati beberapa titik kemacetan. dengan biaya yang sama dengan karcis bus bandung-lebak bulus, saya peroleh tiket argo gede plus mendapatkan snack kotak berupa roti dan air minum. waktu tempuh bandung jakarta juga tidak jauh berbeda pada kisaran 3 jam. ketika kereta berhenti di jatinegara, pada pukul 21:30 saya memikirkan alternatif kendaraan: taxi dari jatinegara, busway, KRD atau KRL.

Baca entri selengkapnya »


bego di jalan raya

15 Desember, 2008

“Bego!”

kata itu terdengar kasar dan bermaksud menghina kelakuan orang lain. tak jarang kita temui orang yang berserapah tersebut apalagi di jalan raya. tetapi barangkali anda akan sepakat untuk mengucapkannya kepada beberapa kelakuan menggemaskan berikut ini. Baca entri selengkapnya »


mungkin saudaranya…

10 Desember, 2008

halte busway ragunan adalah terminal, sehingga siapapun yang ingin melanjutkan perjalanan harus turun, membeli tiket dan mengantri lagi tanpa terkecuali.

tetapi ada penumpang yang tidak turun malah duduk tenang. ketika ditanyakan kepada petugas, dijawabnya: “mungkin saudaranya driver…”


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.