10 Mei, 2008
Sudah jadi kaidah bahwa setiap perintah Allah dapat kita laksanakan sesuai kemampuan kita, sedangkan setiap larangan-Nya harus kita hindari 100%. Karena Islam agama yang mudah, tentu saja banyak kemudahan dalam beribadah, termasuk urusan salat wajib lima waktu. Namanya salat wajib tentu dilarang bagi kita untuk meninggalkannya, tetapi diperintahkan untuk tetap dilaksanakan dalam kondisi apapun[1]. Dalam perjalanan ada banyak kemudahan untuk melaksanakan salat sehingga sangatlah disayangkan jika kita meninggalkannya.
[baca selanjutnya ya]
Tidak ada komentar » |
jendela surau | yang berkaitan: islam itu mudah, perjalanan, salat |
Permalink
Ditulis oleh andi
23 April, 2008
Semua orang islam tahu bahwa salat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya[1]. Sekarang kita mudah mengetahui waktu salat dengan adanya jadwal waktu salat abadi yang dipakai kebanyakan masjid, kita juga dengan mudah menemukannya melalui piranti lunak atau internet[2]. Tetapi tahukah kita bahwa membuat jadwal waktu salat abadi itu tidak segampang menggunakannya? Butuh ilmu falak atau astronomi untuk memperhitungkannya.
Lalu bagaimana jika kita tidak menemukan jadwal waktu salat abadi tersebut apabila kita sedang dalam perjalanan? Atau bagaimana jika kita tidak memiliki kemampuan perhitungan astronomi? Apakah kita akan mengabaikan waktu salat?
[baca selanjutnya dong]
3 Komentar |
jendela surau | yang berkaitan: easy islam, islam, islam itu mudah, waktu salat |
Permalink
Ditulis oleh andi
15 April, 2008
Teman-teman, menyingkap ajaran Islam, jauh sebelum orang lain mendeklarasikan HAM:
“…Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan para hamba sahayamu….” (an-Nisaa`: 36)
“Tidak beriman kepadaku barangsiapa yang kenyang pada suatu malam, sedangkan tetangganya kelaparan, padahal ia megetahuinya.” (HR. ath-Thabrani)
“Tidaklah beriman seseorang, bila ia dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (Al Adabul Mufrad no. 112, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani)
“Wahai Abu Dzar, bila engkau memasak maka perbanyaklah kuahnya, kemudian engkau bagikan kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)
Alangkah baiknya sebelum lebih jauh menyalahkan siapa-siapa: pemerintah, negara dan orang lain… sudah seharusnya kita sebagai hamba Allah mulai memperhatikan tetangga kita sendiri
Tidak ada komentar » |
beranda, jendela surau | yang berkaitan: tetangga, lapar |
Permalink
Ditulis oleh andi
8 April, 2008
boleh dibilang salah satu kejelekan orang kita adalah patuh ketika diawasi, inilah kejadiannya ketika akhirnya pemda dki memberlakukan sterilisasi jalur busway selama bulan februari-maret 2008 kemarin. sebagai pengguna moda transportasi massa cepat tentu saja bersyukur jika jalur busway bebas dari kendaraan lain yang mengganggu kelancaran perjalanan. dua bulan berlalu merupakan masa yang menyenangkan karena waktu tempuh 20 menit benar-benar tercapai (menafikan waktu tunggu di halte, lho!)
tapi memasuki bulan april ini, dengan adanya beberapa ruas jalur busway tidak lagi dijaga petugas kendaraan pribadi maupun umum lainnya berebutan masuk jalur busway sehingga memperlambat laju bus transjakarta yang kucintai.
padahal malaikat jibril as. mengajarkan kita untuk ihsan dalam segala hal, maka sudah seharusnya mematuhi peraturan adalah salah satu bentuk ihsan.
—
ihsan: beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Dia, namun karena ketidakmampuan kita melihat-Nya, kita harus yakin bahwa Allah mengawasi kita.
Tidak ada komentar » |
beranda, jendela surau | yang berkaitan: busway, ihsan |
Permalink
Ditulis oleh andi
14 Januari, 2008
sejak awal munculnya neo spiritualisme seperti SQ, ESQ, Quantum bla-bla-bla, saya justru merasa semua itu tidak sesuai fitrah dan bahkan mengaburkan makna islam dari sumbernya sendiri, ibarat kita mencari mata air tetapi yang ditawarkan kepada kita adalah air mineral berkemasan. tentu saja dikemas secara ekonomis dan komersial, sehingga untuk khusyuk dalam shalat saja harus bayar sekian juta rupiah dengan dalih investasi. padahal Rasulullah saw dan para pendakwah di jalan yang sahih tidak pernah meminta upah apapun dengan dalih apapun kecuali dari Allah berupa surga dan kenikmatannya.
neospiritualisme hanya cocok bagi mereka yang sudah jauh dari sumber ilahiah, dan hal itu pun patut dicatat hanya sebagai langkah pertama menemukan mata air. bagi muslim yang sudah berada di tengah segara justru harus semakin dalam menyelam memanen mutiara keimanan, bukannya kembali mentah lagi ke asal mula pencarian.
seharusnya sebagai muslim yang memiliki warisan yang berharga (alquran dan assunnah) tidak perlu mencari-cari bentuk lain pengembaraan spiritual karena sudah terpampang jelas pada warisan tersebut cara yang mudah dalam menemukan kedamaian di hati, di kehidupan dunia maupun akhirat.
4 Komentar |
jendela surau | yang berkaitan: spiritualisme, instan, warisan, alquran, assunnah |
Permalink
Ditulis oleh andi
11 Desember, 2007
kebanyakan kita berpendapat nasi goreng ayam halal, sehingga tak sedikit orang yang makan nasi goreng dengan yakin kehalalannya tanpa mempertanyakan bagaimana proses pembuatannya. jika nasi goreng ayam tersebut buatan dapur sendiri, boleh saja 90% halal (saya tidak katakan 100% karena boleh saja kita menggunakan bahan-bahan yang selama ini dianggap halal tetapi belum bersertifikasi halal). namun bagaimana jika kita makan nasi goreng di restoran, katakanlah restoran tenda yang murah meriah, yang menjual masakan asia, tetapi juga dihidangkan pork asam manis di dalamnya. nah lho! adakah yang dapat memastikan alat masak yang digunakan untuk menggoreng nasi ayam kita adalah alat masak yang berbeda untuk memasak pork asam manis? bahkan lebih jauh jika kita mau menelusuri ayam yang kita makan apakah disembelih dengan cara islam?
waduh, maaf lho, postingan ini bukan untuk membuat pembaca paranoid dengan nasi goreng ayam, apalagi restoran atau rumah makan asia. hanya mengingatkan bahwa ternyata untuk menjaga diri dari hal-hal yang haram itu perlu ekstra hati-hati dan teliti. jangan akhirnya malah merepotkan diri sendiri hingga tidak makan. bukan itu …
sertifikasi halal, jelas menenangkan hati kita. namun bagaimana dengan yang belum bersertifikat? bukan berarti tidak halal, hanya butuh ekstra teliti untuk mengonsumsinya. kecuali jika terpaksa, misalnya berada di negara non muslim yang sulit sekali mencari rumah makan bersertifikat halal (boro-boro bersertifikat, orang-orangnya saja tidak kenal apa itu halal, :p). alhamdulillah, dalam kondisi terpaksa ini Allah memberi keringanan, asalkan kita makan secukupnya saja, dan penuh rasa terpaksa. (QS 2:173, 5:3, 6:119, 6:145, 16:115 ). dan ada satu hal lagi yang banyak muslim yang tidak mau memperhatikan bahwa makanan ahli kitab (yahudi dan nasrani) adalah halal berdasarkan QS 5:5.
pengecualian ini hanya berlaku bagi teman-teman yang mampir di negeri non muslim (bukan tinggal, apabila bermukim sudah wajib baginya mengadakan makanan halal bagi dirinya dan keluarganya) atau tinggal di negara muslim tetapi di daerah yang dikunjunginya sulit ditemukan makanan bersertifikat halal.
2 Komentar |
jendela surau | yang berkaitan: halal, nasi goreng ayam, ngaji, sertifikat, tips |
Permalink
Ditulis oleh andi
8 Desember, 2007
Many Muslims think if a food product does not contain animal derived ingredients and no alcohol, it is okay to eat. This is not true because many food products contain hidden ingredients which are Haram.
Take an example of Apple Juice, it is made from Halal fruit Apple and the ingredients statement says it is 100% apple juice. However, during the processing of apple juice, the colloidal material and coarse suspended solids cause cloudiness to apple juice. In order to make apple juice clear, a clarification process is needed. Pork or beef gelatin tannin precipitation is used for this clarification. Many apple juice producers still use this method. An apple juice company’s 800 number can be found on an apple juice package, which does not have a kosher symbol on it. If you call this number, the operator will say that their apple juice does not contain animal derived ingredients and alcohol. However, the pork gelatin-tannin is a processing aid ingredient or hidden ingredient. This juice becomes Haram because of a contamination of pork gelatin. Only Halal or kosher certified apple juice is Halal because both certifications protect Muslims from Haram ingredients.
So please do not assume that no animal derived ingredients and no alcohol in a food product means it is Halal.
[http://www.canadianhalalfoods.com/allalerts.shtml]
Nah, memang seharusnya banyak pertimbangan ketika kita memilih minuman atau makanan, terutama bila kita tinggal di negara non muslim yang tidak begitu memperhatikan halal-haram. selama kita dapat memastikan kehalalannya dengan mengecek produk tertentu pada institusi halal yang ada maka itu lebih baik. namun jika tidak, menjauhi produk tersebut sedapat mungkin adalah langkah yang bijak.
bagi yang tinggal di negara muslim, seharusnya bersyukur dan berbangga karena ada institusi halal yang dapat dipercaya dan memperhatikan urusan umat islam sehingga lebih mudah bagi setiap muslim untuk memilih makanan dan minuman yang halal baik dan enak sesuai tuntunan agama.
silakan rujuk ke [www.halalguide.info] untuk informasi halal berbahasa Indonesia.
Tidak ada komentar » |
jendela surau | yang berkaitan: , apple juice, halal, makanan, minuman |
Permalink
Ditulis oleh andi