tak ada macet di houston

6 Juni, 2008

saya lupa, bahwa saya tidak sedang menyetir di jakarta, tetapi di houston. bukan setir kanan tetapi setir kiri. walau gas tetap kaki kanan, tetapi lampu sein, wiper, dan kaca spion harus berubah orientasi. ukuran kelajuan juga bukan diukur dengan kilometer tetapi mile, sehingga 60 mph itu bukan 60 kmph tetapi 100 kmph, makanya kok berasa laju sekali.

lanjutannya dibaca ya


berartinya kawan

29 Februari, 2008

Apalah artinya kawan… mungkin tak banyak di antara kita yang merasakan betapa berartinya kawan. Banyak macam kawan yang dapat kita jalin dalam kehidupan kita, namun berapa banyak kawan berkualitas yang dapat langgeng sampai akhir hayat? Ah terlalu jauh… tetapi ada pelajaran yang dapat kupetik tentang makna kawan dalam perjalananku kali ini.

“hei, gw di surabaya nih, dinner yuk! Ajak keluargamu sekalian ya!” begitu pesan smsku. Berhubung ada beberapa kawan, kuset tiap malam dinner dengan kawan yang berbeda, supaya bisa ngobrol lebih intens sekaligus melepas kangen dengan cara yang berbeda pula.

Tak dinyana, mereka respon luar biasa. Dinner pertama dengan budi-mega, mereka datang di saat gerimis dengan sepeda motor. Surabaya di waktu sore beberapa hari ini selalu disiram hujan. Mereka mengajakku makan “penyet-penyetan” bu Kris yang terkenal dengan sambalnya yang aduhai pedasnya. Mengantarku beli rujak cingur pesanan teman kantor di plasa surabaya. Ngobrol beberapa hal dan kembali ke hotel. Kuajak ngobrol lanjutan di kafe hotel, tetapi sayangnya mereka punya keperluan lain.

Dinner kedua dengan yudis-citra, di saat gerimis juga, tapi kami janjian di tunjungan plaza, pesan hotplate, sambil ngobrol banyak hal, seperti dulu di kantin teknik yang bisa habis semalaman buat ngobrol. Sadar meja-meja foodcourt mulai dibereskan, kami pun menyingkir dan melanjutkan obrolan sampai ke dalam taxi. Sayang juga esok hari kerja, sehingga menghalangi kami mengobrol lebih jauh.

Tak ada yang kurang dari pertemuan dengan mereka, apalagi dinner gratis  maunya sih aku yang mbayari tapi mereka bersikeras. Hal yang serupa kudapatkan ketika aku ke balikpapan dan dinner bareng hosna-rani makan di pinggir pantai. Berangkat gelap-gelapan karena rumah kontrakan mereka mati lampu. Sampai malam menikmati roti cannai dan desiran angin pantai. Atau di saat liburan kuliah dulu main ke bandung mengganggu doni yang masih berkutat dengan ujian semester, tetapi sempat ngajak main dan makan keluar sarangnya di asrama masjid salman. Atau dengan mas agung yang rela jemput tengah malam karena baru pulang dari gresik untuk mengajakku makan rawon setan dan keliling surabaya dengan sedannya. Atau dengan asim yang menjamu dan mengenalkanku kehidupan londoners ketika mampir di london, begitupun dengan jacky yang membantuku mengenali calgary.

Kesemua kawanku itu menjamuku begitu istimewa dengan cara mereka masing-masing. Bukan jamuan bisnis yang penuh pamrih, tetapi jamuan persaudaraan yang penuh cinta. Tak satupun yang mau menerima balasanku secara spontan saat itu. Tak hanya dinner gratis yang kudapat, diskusi, wacana, hikmah dan charging atas jiwa juga kudapat dari mereka. Kurasakan betapa berartinya mereka dalam sekilas kehidupanku.

Sejenak menerawang kepada perlakuanku kepada janji-janji pertemuan dengan kawan-kawan di jakarta. Semua hal bisa jadi apologiku untuk tidak datang: hujan gerimis, kemacetan, urusan kantor, dsb. Aku jadi malu dengan diriku sendiri. Perlakuan kawan-kawan terhadapku telah menampar pipiku keras sekali hingga membelalakkan mata bahwa kawan sejati bukan hanya ada di saat kita senang, justru di saat kita membutuhkan, dan mereka tidak berharap pamrih atas apa yang mereka berikan.

Terima kasih kawan-kawanku, i love you all! Juga kepada kawan hidupku yang mendampingi dan mencintaiku sepenuh cinta yang diajarkan Tuhan kepadanya, may Allah always love you more than your love to me 

[nd, 28022008]


jualan di craigslist

18 Desember, 2007

awalnya cuma mikirin tiket december pass yang dibeli sama koko dan toni, cerita berikutnya malah jadi lucu. kedua temanku itu harus membeli tiket pass supaya tidak perlu bayar setiap naik tram atau bus di calgary selama 2 minggu kursus karena tempatnya yang jauh dari penginapan kami di downtown. jacky mengenalkan kami dengan calgary.craigslist.ca -sebuah situs komunitas online yang menawarkan iklan gratis- untuk mengiklankan tiket pass tersebut barangkali ada yang membutuhkannya.

hari pertama pemasangan iklan sudah ada seorang bernama kelvin yang berminat membeli 2 tiket pass dengan harga $50. harga beli tiket itu $75 per lembar, sehingga kalau dijual dengan harga $25 per lembar tentulah sangat menarik, toni dan koko pun sudah menang pakai selama 12 hari. kami pun janjian ketemu di hari terakhir kami di calgary, jumat siang.

pergi ke negeri kulkas butuh persiapan seperti jacket, celana dan baju hangat sehingga sebelum berangkat ke calgary kami sudah membeli keperluan musim dingin di wintershop toko Lima Enam di ITC mangga dua. karena kabarnya belanja di negara tujuan mahal, lebih baik sudah bawa dari indonesia.  persiapan kami ini bukan percuma, karena kedatangan kami di calgary disambut dengan temperatur minus 22 C sehingga semua barang-barang winter kami terpakai.

kecuali snowpants, yang hanya dipakai ketika kami liburan weekend di banff yang banyak saljunya (salju di calgary tidak tebal dan melting karena temperatur kota lebih hangat daripada di perumahan atau di pegunungan). praktis karena tidak terlalu berguna, kutawarkan saja di craigslist dengan harga $50. tak dinyana, seseorang bernama steve berminat dengan celana salju tersebut. ketika hal ini kuceritakan kepada toni dan koko, koko malah berniat menawarkan winter jacket dan snowpant miliknya masing-masing $60 dan $40 dan dari iklan tsb seorang bernama jim tertarik membeli jacketnya. kami pun berkelakar kalau suatu hari nanti pergi ke negeri kulkas lainnya, tinggal belanja lagi aja, kalau bisa dijual lagi sebelum pulang, lumayan nambah uang saku :D

hasil penjualan di craigslist tersebut: sebuah winter jacket terjual $55, 3 buah snowpant terjual dengan harga berbeda: $35, $25, dan $20, dan 2 buah tiket pass terjual $40. andi dapat komisi $15 dari seluruh penjualan barang yang dimiliki oleh koko dan toni. alhamdulillah…


i’m coming home soon

16 Desember, 2007

penerbanganku dari london ke singapore makan waktu kira-kira 12 jam, jam 10 waktu london dan mendarat jam 18 waktu singapore. aku mendapat tempat duduk di 28H terletak di barisan pintu emergeny yang jelas sekali lega buat aku menyelonjorkan kaki. teman perjalananku kali ini seorang perempuan singapore bernama Rachel. ia seorang pebisnis exhibition yang pulang dari meeting di Paris dan Brighton untuk persiapan eksebisi internasional tahun 2008.

dari obrolan awal, seorang cabin crew bernama jeremy ikut nimbrung, jeremy ternyata keturunan indonesia dan suriname yang lahir besar dan tinggal di holland. wah, asyik sekali :) tetapi dia tidak bisa berbahasa indonesia atau bahasa jawa, hanya hapal beberapa frasa percakapan saja.

selebihnya penerbanganku terisi dengan tidur, nonton film, meregangkan badan dan melemaskan otot, ke toilet, dan makan makanan yang dihidangkan. asyiknya memesan special request untuk makanan walaupun kita duduk di kelas ekonomi, makanan kita datang lebih dahulu daripada penumpang lainnya. ah, menanti penerbangan berikutnya ke jakarta, kucharge bateri sambil menulis jurnal ini.


free wi-fi along my trip

16 Desember, 2007

setelah berlalu 12 menit kucoba logout dari koneksi internet pay per use di london heathrow untuk setengah jam. karena jika harus lanjut menulis jurnal akan menghabiskan waktu, sehingga kuputuskan koneksi dengan niat menyambung lagi setelah selesai. tetapi yang terjadi adalah username dan password yang kumasukkan selalu salah. akhirnya kusadari bahwa pay per use adalah untuk sekali login. waduh sayang sekali, remaining time 17 menit tidak bisa kupakai dan aku harus membayar full.

changi airport di singapore hanya menyediakan free internet access untuk fasilitas PC yang disediakan, sedangkan untuk akses wi-fi hanya tersedia bagi pelanggan starhub atau telepon singapore. walaupun ada menu pay per use dan harga promosi $6 per 1/2 jam sampai 31 desember 2007, tetapi menu tersebut hanya loop ke halaman muka bukan ke halaman untuk membeli voucher.

lain halnya dengan hongkong, aku bisa sepuasnya ber wi-fi ria, begitupun dengan hotel tempatku menginap di calgary, bebas 24 jam. memang enak jika punya akses unlimited tanpa bayar :)


oxford circus di akhir pekan

15 Desember, 2007

rencananya mau ketemu asim lagi di london, tetapi ia tidak pernah membalas smsku. akhirnya akupun turun di stasiun Piccadily Circus, kemudian mengambil gambar patung eros dan gedung-gedung di sekitarnya. lalu aku menuju Oxford Circus dan berjalan-jalan di sepanjang pertokoan yang menjual suvenir-suvenir london dan city of westminster dengan harga banting. sayang sekali, aku sedang tidak berniat untuk berbelanja. kunikmati perjalanan dengan double decker yang terhambat di tengah kemacetan karena ramainya orang-orang memenuhi sepanjang jalan oxford circus.

waktu berlalu, kulihat matahari mulai redup, karena tak kutemukan masjid di sekitarnya, kuambil jalur ke Baker Street dan kulangkahkan kaki menuju London Central Mosque. kutunaikan jamak zuhrain beberapa menit menjelang magrib. kusempatkan berjamaah salat magrib dengan muslim yang lain lalu kulanjutkan dengan salat isya. setelah puas menikmati suasana masjid, kuambil double decker nomor 94 yang mengantarku kembali ke stasiun Oxford Circus. dari lantai atas bus tingkat itu kurasakan keramaian malam akhir pekan sepanjang jalan Oxford Circus.

semua orang tumpah ruah meramaikan saat-saat menjelang natal dan tahun baru yang tentu saja banyak sale. :) tak jauh beda dengan suasana menjelang lebaran di pusat-pusat perbelanjaan di jakarta. ah, sudah malam, kularikan diriku menuju london heathrow terminal 4. lebih baik menunggu di airport daripada terlambat. benar saja, aku datang 3 jam terlalu awal.

melalui screening, pertama kalinya aku diminta lewat fast track, melalui bilik tersendiri dengan melakukan 3 posisi screening. kubaca papan petunjuk ada multifaith prayer room, kulangkahkan kaki ke sana, ada shower room. kusempatkan menyegarkan badan dan mengganti sebagian pakaian yang sudah kotor. lalu kuambil salat sunnah dua rakaat di ruang doa multi keimanan itu.

masih lama menunggu di london heathrow, cuci mata di duty free shop, yang mahal-mahal harganya daripada di oxford circus. lalu duduk mencari tempat, mengeluarkan 3 poundsterling buat mendapat akses wi-fi untuk mengeposkan tulisan ini :)


see you next time, calgary

15 Desember, 2007

namanya javed, orang pakistan yang kerja di calgary, dia mau pulang kampung karena liburan natal dan tahun baru cukup panjang, dan ini pulang kampung pertamanya sejak bekerja di calgary 5 tahun yang lalu. awal perkenalanku dengannya adalah karena ia melihatku salat di ruang tunggu bandara calgary, lalu kami terlibat percakapan yang hangat dalam menghabiskan waktu menunggu saat boarding. kebetulan kami transit di london heathrow dan kebetulan pula pesawat berikutnya yang membawa dia ke abu dhabi berangkat jam 20, tak berbeda jauh dengan jadwal pesawatku ke singapore, sehingga kami memutuskan untuk visit london: artinya harus melalui border imigrasi UK.

nomor tempat duduknya adalah 32D (aisle) sedangkan aku 31A (window), ketika boarding kuminta pasangan suami istri yang duduk di 31B dan C untuk bertukar tempat denganku, karena duduk di aisle lebih mudah jika harus bolak-balik ke toilet atau meregangkan badan. tak disangka 31C dan 32D justru bertetangga di aisle, sehingga dalam perjalanan kami sempat melanjutkan obrolan. dia punya perhatian yang sama dengan memesan moslem meal. karena aku bertukar tempat duduk, awak kabin sempat bingung mengantarkan makananku, tetapi selanya lancar saja.

setibanya di london heathrow, kami pun tidak berbelok ke ruang transit, melainkan ke arrival karena berencana berjalan-jalan di london. alhamdulillah petugas mengijinkanku masuk ke london. tetapi tidak demikian dengan javed, ia tidak boleh karena di dalam paspornya yang pakistan tidak terdapat visa UK dan tidak cukup dengan menunjukkan kartu identitas canadanya. dengan begitu, kebersamaan kami sampai di situ saja. tetapi banyak hal yang kudapatkan dari javed sepanjang obrolan.

paling tidak aku mengetahui informasi bahwa calgary lagi butuh pekerja buat perminyakan, karena melihatku sebagai engineer yang bekerja di perminyakan, ia menanyakan apakah aku memiliki niatan untuk pindah ke calgary, sekaligus melanjutkan kuliah di sana. kalau yang ini… belum bisa kujawab :)