gunting kartu kredit anda!

7 Juni, 2008

gak nyangka artikel yang ditulis empat tahun yang lalu (baca di sini) banyak juga yang membacanya. tulisan tersebut aslinya dipost di blogspot, lalu saya akuisisi dengan wordpress enam bulan yang lalu buat nemenin tulisan yang lain :) jika pada artikel itu saya bertanya tentang manfaat kartu kredit (yang malah banyak mudaratnya), kali ini saya ingin mengajak anda untuk menggunting kartu kredit. lho?!

penasaran lanjutannya?


kembalinya si uang hilang

14 Januari, 2008

penggunaan emas dan perak dalam perekonomian sudah setua peradaban manusia di dunia dan dengan memilikinya dapat menunjukkan derajat kekayaan bagi seseorang atau suatu negara. di masa yang tak menentu seperti saat sekarang, memiliki uang kertas yang bejibun tak dapat menyelamatkan lagi karena nilainya selalu turun, sehingga investasi seakan ditelan inflasi. di antara kegelisahan itu muncul kembali semangat memiliki emas sebagai bentuk investasi yang tak lekang dimakan zaman.

jika dahulu emas batangan berkilo-kilo, sekarang bergram-gram (karena harga yang kiloan sulit dijangkau oleh pemodal pas-pasan), jika dahulu beli perhiasan emas, sekarang melirik batangan atau koin (karena nilai jualnya lebih tinggi daripada perhiasan). dan dimulai dariĀ kalangan sufi ortodoks seperti gerakan Murabitun, penggunaan dinar dan dirham merebak ke seluruh lapisan masyarakat muslim yang menyadari perlunya kebangkitan ekonomi yang sesuai dengan fitrah manusia.

lepas dari siapa yang memulai lagi sosialisasi dinar emas dan dirham perak, geliat untuk mengembalikan “si uang hilang” ke dalam kancah perekonomian dunia patut disambut dengan gembira dan tanpa ragu-ragu.

bacaan lebih lanjut di


[ssr] Bijak menggunakan kartu kredit

7 Desember, 2007

Oleh: Ahmad Gozali
(www.perencanakeuangan.com)

Dikutip dari Wanita Indonesia, 2007

Mas Gozali,

Akhirnya saya berhasil memperoleh kartu kredit pertama saya, tapi selama ini saya sering dengar kalau banyak orang yang bermasalah karena kartu kreditnya. Jadi saya ingin minta saran, sebaiknya bagaimana saya menggunakan kartu kredit itu nanti? Terima kasih.

NN. 08134587XXX

Jawaban:

Seperti kita ketahui bersama, memang belakangan ini perbankan di Indonesia sedang gencar-gencarnya membuka ?kran? untuk menyalurkan kredit nya kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan penyaluran kredit konsumtif melalui kartu kredit. Dengan hanya berbekal sebuah fotokopi KTP dan proses yang sangat singkat, maka dengan segera konsumen pun akan memiliki sebuah kartu kredit dengan limit tertentu ditangannya.

Sekarang yang menjadi pertanyaan Anda adalah sebaiknya bagaimana cara penggunaan kartu kredit ini? Nah, sekarang mari kita bahas. Perlu Anda ketahui, kartu kredit adalah merupakan sebuah alat bantu pembayaran. Maksudnya Alat Pembayaran disini adalah persis seperti Uang Tunai yang Anda pakai untuk membayar suatu transaksi. Hanya saja disini kartu kredit bisa menjadi pengganti sementara dari uang tunai yang kita tidak bawa, bukan pengganti uang tunai yang tidak kita miliki. Saya ulangi, bukan pengganti uang tunai yang tidak kita miliki yah, tapi yang tidak kita bawa. Hal ini perlu saya ulangi agar lebih jelas dan tidak terjadi salah penafsiran, karena banyak dari kita tidak membawa uang tunai adalah lebih karena faktor keamanan bukan karena tidak memilikinya.

Maksud dari ?pengganti sementara? disini artinya adalah bahwa kalau Anda ingin membeli barang yang harga tunainya Rp 250.000,- , Anda bisa saja tidak menggunakan uang tunai Anda, tetapi menggunakan Kartu Kredit Anda pun tidak salah. Tapi, pada akhir bulan ? atau pada bulan depan ? bank penerbit kartu kredit Anda akan memberikan tagihan sebesar Rp 250.000,- kepada Anda. Artinya, Anda tetap saja harus membayar senilai Rp 250.000,- atas harga barang yang telah menjadi milik Anda tersebut, hanya saja pembayaran tersebut tidak dilakukan di awal ketika barang tersebut dibeli, tetapi di tangguhkan hingga akhir ketika tagihan dari penerbit kartu datang. Lalu bagaimana kalau sampai akhir bulan ketika tagihan kartu kredit datang Anda tidak dapat langsung melunasi semuanya? Untuk itu ada bunga yang harus Anda bayarkan. Besarnya sih tergantung dari masing-masing bank memberikannya atau sebagai gambarannya yah sekitar 2,75% - 3,5% dari jumlah tagihan yang belum dibayar tersebut. Nah apabila Anda tidak ingin membayar lunas seluruh tagihannya, kartu kredit biasanya memberikan kemudahan berupa ketentuan pembayaran minimal. Besarannya sekitar 10% dari tagihan yang Anda terima pada bulan tersebut.

Terakhir, ada beberapa hal yang harus Anda cermati sebelum mempergunakan kartu kredit. Yang pertama adalah, pahamilah fungsi kartu kredit tersebut. Kedua, perhatikan kemampuan Anda dalam membayar tagihan yang diterima setiap akhir bulannya. Pastikan sebelum Anda berbelanja menggunakan kartu kredit, Anda memiliki sejumlah dana untuk membayar pemakaian tersebut agar tidak terkena beban hutang. Dan yang ketiga, pastikan waktu jatuh tempo pembayarannya agar Anda tidak dikenakan bunga apabila ingin melunasinya sekaligus. Jadi katakanlah jatuh tempo penagihan kartu kredit adalah tanggal 5 setiap bulannya, maka setiap awal bulan setelah Anda menerima penghasilan, langsung Anda sisihkan senilai sisa pemakaian yang akan dilunasi tersebut.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

- MOHON DI FORWARD -

_____________________________________________________
Kunjungi situs kami di www.perencanakeuangan.com
Ingin mendapatkan info dan artikel rutin di email Anda tentang perencanaan keuangan? Dapatkan newsletter kami. Kirimkan email kosong Anda ke alamat SSR-InfodanArtikel-subscribe@yahoogroups.com
Ingin bertemu dan berkenalan dengan rekan-rekan lain yang memiliki minat yang sama terhadap topik tentang perencanaan keuangan? Join klub kami. Kirimkan email kosong Anda ke alamat SSR-Klub-subscribe@yahoogroups.com
Ingin bertemu dan berkenalan dengan rekan-rekan lainĀ  yang memiliki minat yang sama terhadap topik tentang perencanaan keuangan syariah? Join milis kami. Kirimkan email kosong Anda ke alamat SSR-Syariah-subscribe@yahoogroups.com


look at where the money comes from

6 Desember, 2007

for employees, the money come every month from their employer. for businessmen, the money come from their business. for some self-employees, the money come from the services offered. means that, every works and job will give its worker the money, which will come periodically or occasionally, depends on what kind of job they do. that kind of money is lawful, because it is gained by an effort: working for the job.

sadly, there are still some people who don’t care about where their money comes from. what is in their minds is making a lot of money, multiplied, and does not matter what kind of job they done as long as the money running into their pocket.

guys, find anything good that Allah has provide for us is much better, even there are abundant of black money in the world. but that black money won’t give you happiness and blessings, for it is easy come easy go and sometime troublemakings.


Seri Kiat Praktis Perencanaan Keuangan

7 Desember, 2005


SIAPA BILANG JADI KARYAWAN NGGAK BISA KAYA?

 

5 Kiat Mengelola Gaji Agar Bisa Kaya
Oleh: Safir Senduk - terbaru

Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Terbit: 10 Desember 2005 - segera dicetak ulang

Harga: Rp 22.800,- (121 halaman)

“Banyak orang bilang: “Kalau mau kaya, jangan lama-lama jadi karyawan. Keluar dan bukalah usaha sendiri.” Pertanyaannya: betulkah bekerja sebagai karyawan tidak bisa membuat Anda jadi kaya? Jawabnya: ternyata tidak betul…! Dalam buku ini, ada 5 kiat agar seorang karyawan bisa jadi kaya:
1. Beli & Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif,
2. Atur Pengeluaran Anda
3. Hati-hati dengan Utang,
4. Sisihkan untuk Masa Depan,
5. Miliki Proteksi.

Dipenuhi dengan sejumlah contoh serta langkah praktis untuk setiap kiatnya, buku ini pantas menjadi pegangan bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan.

————————————————————————-


“Akhirnya… tidak perlu berhenti kerja dari kantor untuk jadi kaya. Buku ini memberikan kiat-kiat yang sederhana tapi powerful untuk menjamin masa depan.”
Fifi Aleyda Yahya
Presenter - Metro TV

“…kiat-kiat dalam buku ini telah mematahkan teori Kiyosaki bahwa hanya pengusaha atau investor yang bisa menjadi kaya.”

Gung Panggodo Supryanto
Redaktur Eksekutif - Tabloid Bisnis Uang

“Buku ini berusaha menepis gambaran umum bahwa yang namanya karyawan nggak bisa kaya. Dan, ternyata berhasil…!”

Arief Agus “Lengky”
Knowledge Management Manager - PT Excelcomindo Pratama


asuransikan dengan sedekah

20 Mei, 2005

telepon di meja saya berbunyi, ketika diangkat, suara di seberang memperkenalkan dirinya sebagai agen asuransi dan menawarkan kepada saya program hospital cash plan dengan perlindungan untuk penggantian biaya rawat inap rumah sakit per kejadian sakit sebesar Rp500 ribu per hari dan per kejadian kecelakaan Rp1 juta per hari, masing-masing kejadian ditanggung maksimal 60 hari saja. Fasilitas tersebut akan diaktifkan sejak saya tutup telepon dan akan ditagihkan preminya setiap bulan ke rekening kartu kredit saya sebesar Rp42 ribu per orang yang dilindungi.

handphone saya membunyikan alert sms, sebuah mesej dari istri: “ternyata ada dhuafa di sebuah perusahaan besar” saya langsung ingat percakapan dengan istri saat makan siang setelah ia bercakap-cakap dengan seorang resepsionis di kantor saya (di kantor saya resepsionis di-hire outsourcing pihak ke-tiga), menurut cerita si resepsionis, ia harus menjadi single parent karena ditinggal suaminya yang tidak bertanggung jawab. Dan gajinya yang tidak sampai Rp1 juta per bulan masih harus dipotong dengan hutang yang pernah dia ajukan karena harus membiayai rumah sakit anaknya atau ibunya.

sesampai di rumah, diskusi saya dengan istri tentang dua kejadian itu,
“sayang ya Rp84 ribu sebulan (karena yg ditanggung asuransi adalah saya dan istri), lebih baik jika diberikan kepada resepsionis itu untuk biaya susu anaknya”
mata saya berbinar mendengar pernyataan itu, ya mengapa tidak saya asuransikan saja diri kami berdua dengan sedekah? apa artinya uang Rp500 ribu atau Rp1 juta per hari jika baru bisa dinikmati setelah jatuh sakit atau kecelakaan?
bukankah jauh lebih nikmat jika selalu sehat wal afiat dan dilindungi Allah?


PENGHASILAN TIDAK PERNAH CUKUP (BAG 2/3)

6 Mei, 2005

Dikutip dari Danareksa.com

Kenali Penyebab Tidak Cukupnya Penghasilan Kita

Mari kita analisa dulu apa saja penyebabnya yang membuat penghasilan kita serasa tidak pernah cukup.

1. Kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi. Setiap tahun harga barang dan jasa-jasa mengalami kenaikan secara alamiah, yang bisa kita kenal dengan inflasi. Akibatnya dengan jumlah uang yang sama kita tidak lagi bisa mendapatkan atau membeli barang dan jasa sebanyak sebelumnya, sebab nilai uang jadi menurun. Masalahnya jika penghasilan kita tetap atau jika kenaikan penghasilan kita tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa, sudah pasti penghasilan kita tidak cukup. Apalagi jika sudah didera inflasi ditambah lagi kebutuhan kita terhadap barang dan jasa terus meningkat namun penghasilan kita tidak bertambah, bisa-bisa kita mengalami penurunan kesejahteraan hidup.

2. Menganut gaya hidup di luar kemampuan finansial, merupakan sumber dari hampir seluruh masalah keuangan keluarga. Penyebab utama defisit biasanya dipicu sifat boros sehingga membuat kita belanja diluar anggaran. Selain itu kita juga perlu waspadai beberapa pos pengeluaran yang sering jumlahnya terlalu besar seperti tagihan telpon, busana & aksesoris, barang- barang elektronik, hadiah dan sumbangan. Percaya atau tidak, kebanyakan dari pengeluaran itu sebenarnya tidak wajib. Misalnya, ngobrol di telpon selain tidak wajib juga bisa membuat tagihan telpon membengkak. Beli baju baru tidak harus sebulan sekali, mungkin bisa 2 bulan sekali.

3. Hutang dengan sistem bunga berbunga. Tagihan kartu kredit yang dibayar minimal saja akan membuat tagihan kita membengkak. Belum lagi kalau kita terlambat membayarnya, sudah pasti terkena biaya keterlambatan. Barang kreditan dengan cicilan ringan juga terkadang membuat kita terlena, tanpa disadari pengeluaran bulanan jadi besar karena terlalu banyak mengambil barang kreditan. Begitu juga dengan cicilan bulanan hutang jangka panjang seperti kredit rumah atau mobil. Dengan maksud ingin buru-buru secepatnya melunasi hutang, maka orang seringkali memaksa mengambil jangka waktu kredit yang pendek namun cicilannya besar. Padahal jika total cicilan hutang bulanan terlalu besar, akibatnya penghasilan kita mungkin tidak cukup untuk membayar kebutuhan rumah tangga lainnya.

4. Pengeluaran tak terencana. Belum lagi kalau ada saudara dekat yang pinjam uang, sumbangan uang untuk perkawinan, atau membelikan hadiah untuk seseorang yang berulang tahun, walaupun sesekali namun nampaknya karena budaya kekerabatan kita dekat ditambah lagi teman-teman Anda juga banyak mau tidak mau setiap bulan tanpa direncanakan harus keluar uang untuk ini.

Selanjutnya: Jurus Ampuh Agar Penghasilan Kita Cukup