bulan tersenyum

28 Mei, 2012

“Baba, lihat bulannya tersenyum,” kata Tsuraya, 3,5 tahun, kepada babanya ketika melihat bulan sabit di malam awal bulan Rajab. “Indah sekali, bukan?” jawab baba. “Iya, Baba. Bulannya tidak sedih tidak marah,” kata Tsuraya. ”Begitu pula dirimu, Nak. Jika engkau tersenyum, tiada gundah gulana, tiada amarah di wajahmu, semua akan nampak indah,” ujar baba memikat hati Tsuraya yang sering temper tantrum jika keinginannya tidak kesampaian.

“Baba, lihat! Bulannya mengikuti kita,” seru Tsuraya. “Demikianlah, Nak, keberadaannya di langit yang tinggi tidak menafikan kebersamaannya dengan kita. Apalagi Allah sang pencipta, Yang Mahatinggi, senantiasa bersama kita kapanpun di manapun. Semua masalahmu ada jawabannya, mintalah kepada Allah saja.” ucap baba, sebagai introspeksi diri sendiri.


rambut panjang aya

24 Mei, 2012

Aya, putri bajak lautku yang cantik rupawan, sama sekali tidak nampak femininnya, menyukai rambut panjang a la barbie dengan kostum jake & the neverland’s pirates. Saking inginnya berambut panjang, shampoo deedee untuk rambut panjang pun dikeramaskan pada rambut ikalnya, tidak cukup sehari sekali, setiap kali mandi plus setiap malam. Tak mempan dinasehati, bahwa rambut panjang tidak serta merta dan seketika, harus dengan asupan gizi yang baik, istirahat yang cukup, dan emosi yang terkendali. Aduh…

Bukannya menyimak, malah bersuara, tak suka babanya menceramahi dia, bersikeras untuk ke kamar mandi dan berkeramas. Untunglah ia belum bisa membuka sendiri pintu kamar mandi. Lalu digiringlah ke kamar tidur, menikmati bercengkerama dengan bantal dan guling. Yang lain sudah pulas, ia masih bercerita, hingga lelah dan terlelap dengan sendirinya…


Konsep Bawah dan Atas

29 Januari, 2012

“Baba, kok di dalam rumah ada gambar bintang?” tanya Radya yang melihat layar Samsung Galaxy 5 milik babanya yang masih menampilkan aplikasi Google Sky Map. Baba menggunakan aplikasi tersebut untuk mempermudah mengenali bintang-bintang ketika melakukan observasi bersama Radya seperti pada tulisan sebelumnya. Radya pun mengangkat ponsel pintar itu, memutar posisinya dan dengan penuh gairah menelusuri semua gambar bintang yang ditampakkan. “Baba, semua arah ada bintangnya, kok bisa?” seru Radya lagi.

“Zenith adalah posisi yang tegak lurus di atas kita, sedangkan Nadir adalah posisi yang tegak lurus di bawah kita. Segala yang berada di sekitar titik Nadir tidak dapat kita lihat karena berada di belahan yang lain dari langit. Bukan berarti Nadir itu ada di bawah, tetapi ia tetap berada di atas bagi orang-orang yang tinggal di belahan yang lain dari bumi,” Baba menjelaskan. Melihat Radya yang bersusah payah berupaya memahami penjelasan itu, Baba kemudian mengambil sebuah bola plastik dan menandai dengan spidol sebuah titik.

“Bola ini ibarat bumi dan titik ini adalah tempat kita,” ujar Baba dengan mengarahkan titik berada di posisi atas bola dan menaunginya dengan telapak tangan, “Telapak tangan ini langit yang berada di atasnya.” Kemudian Baba memindahkan posisi telapak tangan ke bagian bawah bola dengan titik tetap menghadap ke atas, “Telapak tangan ini langit yang berada di bawahnya.” Kemudian Baba menghadapkan titik ke arah bawah, “Pada posisi ini langit yang berada di bawah bola adalah atas bagi si titik, dan langit yang berada di atas bola adalah bawah bagi si titik.”

Tiba-tiba Radya memindahkan posisi titik menghadap ke samping kanan dan meletakkan telapak tangannya menghadap ke titik, “Dan ini adalah atas si titik,” kemudian meletakkan telapak tangannya pada arah sebaliknya, yaitu dari samping kiri dan berkata, “dan ini adalah bawah si titik.” Dengan senyuman Baba berkata, “walaupun langit itu ternyata berada di samping bola.”


Orion dan Radya

29 Januari, 2012

Malam gelap masih belum larut, rembulan masih hilal belum tampak seperti tandan, Radya mengajak Baba menatap langit melihat bintang-bintang. Baba mengambil Samsung Galaxy 5 miliknya dan membuka aplikasi Google Sky Map. Radya mampu membedakan antara planet dengan bintang. Planet adalah bintang kembara, benda langit yang cahayanya terang tidak berpendar, karena hanya memantulkan sinar matahari. Sedangkan bintang adalah bintang tetap, benda langit yang bersinar dan cahayanya berkelap-kelip, letaknya yang sangat jauh membuatnya terlihat kecil di langit malam. Andai saja bintang yang besar itu dekat, sudah pasti ia lebih terang cahayanya dibandingkan sinar matahari.

Orion adalah salah satu rasi bintang yang mudah terlihat di ekuator langit (ketika diobservasi oleh Radya, Orion sedang berada di dekat zenith). Dalam mitologi Yunani, Orion adalah sang pemburu. Di Jawa disebut sebagai rasi Waluku, yang kemunculannya sebagai penanda waktu menanam padi pada sawah tadah hujan. Radya mengamati Orion dengan seksama, di sekitarnya ada rasi bintang dua ekor anjing (Canis Major dan Canis Minor), serta rasi bintang binatang buruan yaitu Taurus si kerbau dan Lepus si kelinci. Agak ke utara terlihat bintang kembara (planet) yang besar dan terang yaitu Jupiter. Radya menikmati pemandangan langit dengan antusias dan rasa puas.

[26Januari2012/02RabiulAwal1433]


terompet dan radya

1 Januari, 2012

kemarin sore Radya, minta uang  kepada babanya untuk beli terompet, lalu dijelaskan oleh babanya bahwa terompet itu bukan kebiasaan orang Islam, tapi kebiasaan yahudi, lagi pula meniup terompet bersuara berisik dan mengganggu orang lain yang sedang istirahat. anak usia 5 tahun itupun menerima dan pergi. beberapa saat kemudian kembali lagi bersamaan dengan suara penjaja bapau, lalu ia berkata: “Baba, kalau uangnya buat beli bapau boleh ga?” :D


questioning

3 Agustus, 2011

‎”Kok Baba pulangnya lama ya, Bubu?” kata Radya
“Iya nih, Baba lama manget ngak mulang-mulang,” kata Tsuraya


menjadi yang kalah

28 Juli, 2011

Melihat mainan Transformer di swalayan H.E.B membuat saya teringat kepada Radya, 5 tahun. Beberapa waktu yang lalu ia selalu merengek mengajak saya pergi ke KFC untuk membelikannya merchandise Transformer. Dengan bujukan apabila di hari pertama sekolahnya ia berlaku baik saya akan mengajaknya ke KFC, membeli paket Chaki, 2 sekaligus (satu buat Tsuraya, 2 tahun 9 bulan) dan mendapatkan Transformer kesukaannya. Dan berhasil, Radya pun berhasil membuat saya mengajaknya ke KFC sepulang sekolah. Sayangnya dari beberapa KFC sudah kehabisan. Jadilah kami berdua hunting KFC, dan mendapatkan satu-satunya Optimus Prime yang tidak dalam kemasan dan Star Scream yang masih dalam kemasan.

Kedua mainan itu pun jadi senjata andalan ketika Radya tidak melaksanakan kewajiban sederhana yang dibebankan kepadanya: bersekolah, tidur siang, dan tidak menjaili adiknya. Suatu ketika Radya mengatakan kepada saya bahwa seharusnya ia tidak memainkan Optimus Prime maupun Bumblebee melainkan memainkan Star Scream. Diketahui bahwa Optimus Prime dan Bumblebee berada di barisan Autobot yang membela kelangsungan hidup manusia dan seringkali berada di pihak yang menang. Sedangkan Star Scream adalah salah satu Decepticon yang membela kelangsungan hidup para robot dengan mengambil energi dari bumi, dan walaupun mengalami beberapa kemenangan selalu menjadi pihak yang kalah.

Melihat Megatron, pimpinan Decepticon, saya mengingat kembali percakapan saya dengan Radya. Memang bukan hanya sekali ia mengatakan hal yang serupa demikian, tetapi di usianya yang masih kanak-kanak itu ia telah melakukan pemikiran ilmiah sederhana dengan bermain peran di sisi yang berseberangan. Teman-teman Radya bermain Autobot, kalau Radya juga bermain Autobot lalu siapa yang menjadi Decepticon? Barangkali demikian.

Padahal peran protagonis maupun antagonis adalah tergantung dari persepsi penonton. Bisa jadi pemeran justru memainkan perannya dengan sangat baik sehingga menguatkan persepsi itu atau bahkan membantahnya. Menjadi Decepticon tidaklah harus menjadi jahat, walaupun terpaksa menjadi yang kalah. Decepticon melakukan invasi ke bumi karena mendapatkan mineral yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup para robot di planet mereka, menurut si empunya cerita.

Mirip dengan VOC atau para invader di masa lalu bahkan masa kini, demi kelangsungan hidup klan atau golongannya. Dan hal itu merupakan ketetapan alamiah bahwa yang menang adalah mampu mempertahankan diri, sedangkan yang kalah adalah yang binasa, bagaimanapun mereka saling memangsa.

Lalu jika Radya memilih menjadi yang kalah tentu bukanlah suatu keburukan, apalagi kalau memandang usia yang secara duniawi masih lama, karena kekalahan dan kemenangan seharusnya tidak diukur dengan ukuran dunia. Justru saya melihat kepedulian Radya kepada komunitas yang terpinggirkan dan yang dikalahkan. Kepedulian yang perlu diarahkan agar ianya menjadi maslahat bukan mafsadat.

Dan peran saya sebagai orang tuanya bertugas untuk membimbing dan mengarahkannya, tentu mau tidak mau dapat membuat saya menjadi pihak yang kalah pada bentuk peran yang lain. Apabila itu terjadi bukanlah suatu keburukan. Karena saya telah memutuskan menjadi orang tuanya bahkan jauh sebelum kelahiran Radya, yaitu ketika mempersunting ibunya. Semoga Allah memudahkan.

Kemudian, Megatron seharga $8 itu pun masuk ke dalam keranjang belanja saya sebagai oleh-oleh buat Radya :)


anak-anak menagih janji

27 Mei, 2011

Orang dewasa lebih mudah mengingkari janji daripada anak-anak. Ketika anak-anak mengingkari janji, maka yang harus dilakukan bukanlah mengolok-olok mereka melainkan harus memerhatikan apakah ada andil orang dewasa di sekitar mereka yang menjadi model pengingkaran janji itu.

Suatu ketika di waktu tidur siang, anak-anak masih bermain dan berulah. Berbagai upaya dilakukan untuk membujuk mereka tidur siang. Sehingga Baba menjanjikan untuk mengajak anak-anak makan di McD atau KFC jika mereka mau tidur siang. Kelelahan tidak berhasil menidurkan anak-anak, Baba pun terlelap sendiri hingga terdengar suara-suara comel, “Baba, bangun! Katanya mau ke McD?”, “Bangun, Baba! Katanya mau ke KFC?”

Baba pun membuka mata, lalu melihat anak-anak itu sudah berpakaian rapi. “Bu, memangnya mereka sudah tidur siang?” tanya Baba. “Sudah Baba, sudah tidur siang, sudah mandi, dan sudah siap pergi ke McD,” jawab Bubu yang disambut Baba dengan kesigapan untuk memenuhi janji.


ketuk pintu dan beri salam

23 Mei, 2011

sudah dibiasakan bagi anak-anak untuk mengetuk pintu dan memberi salam setiap kali masuk rumah atau minta ijin masuk ke kamar orang tua. Ketika Radya, 5 tahun, menggedor-gedor pintu kamar, kami sengaja tidak segera membukakan pintunya hingga terdengarlah rajukannya disertai sedikit raungan.  Kemudian kami buka pintunya dan melihat cucuran air mata di pipi bocah kecil itu. Sambil jongkok Baba menasihati agar setiap kali minta ijin masuk kamar yang tertutup atau terkunci dengan cara mengetuk dan memberi salam dengan sopan. Tak lupa peluk cium Baba buat Radya agar ia menyadari bahwa ayahnya sangat menyayanginya untuk berlaku baik.

Suatu ketika Radya membuat kesal Bubu karena mengunci kamarnya, sedangkan Bubu ada keperluan di kamar itu sehingga Bubu harus menggedor pintu kamarnya. Lalu dari dalam terdengar suara yang diiringi isakan tangis: “Bubu, assalamualaikum-nya mana?”


menggunting pola

22 Mei, 2011

Tsuraya, 2.5 tahun,  suka menggunting. Dengan gunting kesayangannya ia menggunting kertas-kertas menjadi serpihan-serpihan kecil. Baba pikir sudah waktunya bagi Tsuraya diperkenalkan dengan menggunting pola. Baba menggambar lingkaran dan segitiga, lalu meminta Tsuraya mengguntingnya.

Inilah hasilnya, sebuah lingkaran dan sebuah segitiga yang tergunting :)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.