dalam surat menyurat internal kantor ada beberapa istilah yang dikenal: nota, memorandum, dan disposisi. kesemuanya sama fungsinya yaitu menyampaikan informasi ke dalam organisasi. biasanya nota dikirim oleh bawahan kepada atasan, memorandum dikirim antara fungsi bidang, sedangkan disposisi dikirim oleh atasan kepada bawahan. surat menyurat internal ini diperlukan sebagai bukti tertulis dari sebuah perintah, informasi maupun tanggapan. dan memiliki dampak psikologis tertentu pada penerimanya.
imbauan BBM salah alamat?
29 April, 2008imbauan presiden pada acara peresmian infrastruktur di surabaya [27-Apr-08] mengenai upaya penghematan energi harus mulai dilakukan oleh setiap lini masyarakat agaknya kurang mengena. walau kondisi saat ini kita kekurangan pasokan listrik dan kesulitan pencapaian target produksi migas, sikap pemerintah baru-baru ini untuk mempertahankan bahkan menambah subsidi BBM sama saja dengan jauh panggang dari api, tidak adanya harmoni antara sikap dan imbauan. ibarat seorang ayah yang menyuruh anak-anaknya berhemat tetapi justru menambah jumlah uang jajan mereka, walhasil bukannya berhemat malahan tambah boros.
morning trip
28 April, 2008As a worker in jakarta, wake up in the morning is a must. You have to get out of your house early before the birds sing and the sun rise. This morning, I woke up late, yesterday was a very tired day. After bath and dress, eat some “ketan”, hug my son and kiss my wife, I walk to catch “ojek” to “angkot”. But I find no “ojek” this morning, I thought they’re full occupied. An Innova came and stop by me, a head show on the window and offer me a ride.
Kun Fayakuun, ikut-ikutan?
28 April, 2008kekeliruan helmy yahya dalam menerbitkan film kanak-kanak “Joshua oh Joshua” sepertinya terjadi lagi. di tahun 2000, “petualangan sherina” mira lesmana meraih sambutan luar biasa dari penikmat film indonesia. film sherina itu ditahbiskan menjadi awal kebangkitan kembali film nasional setelah terpuruk beberapa lama. belum selesai kesuksesan film sherina meraih angka pasti, helmy yahya merilis film joshua. namun sambutan masyarakat terhadap film joshua ini tidak seantusias film sherina. bahkan banyak yang menganggap ikut-ikutan. akibatnya film joshua tidak memperoleh rating yang sama dengan film sherina.
tetangga kelaparan, tanggung jawab siapa?
15 April, 2008“…Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan para hamba sahayamu….” (an-Nisaa`: 36)
“Tidak beriman kepadaku barangsiapa yang kenyang pada suatu malam, sedangkan tetangganya kelaparan, padahal ia megetahuinya.” (HR. ath-Thabrani)
“Tidaklah beriman seseorang, bila ia dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (Al Adabul Mufrad no. 112, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani)
“Wahai Abu Dzar, bila engkau memasak maka perbanyaklah kuahnya, kemudian engkau bagikan kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)
Alangkah baiknya sebelum lebih jauh menyalahkan siapa-siapa: pemerintah, negara dan orang lain… sudah seharusnya kita sebagai hamba Allah mulai memperhatikan tetangga kita sendiri
susu kambing, mbeeekkk!
14 April, 2008sudah sejak lama kami berminat mengonsumsi susu kambing setelah membaca beberapa artikel online maupun offline tentang kelebihan susu kambing. tetapi sepertinya untuk memulai banyak saja hal yang merintangi. sekian waktu berlalu hingga suatu kejadian adik saya harus masuk rumah sakit dan menjalani perawatan intensif selama 6 bulan tak boleh putus karena divonis terjangkit virus TBC.
penelusuran melalui google menghampirkan kami kepada website yang pernah kami kunjungi. pengalaman pasien yang sembuh dari berbagai penyakit paru-paru karena minum susu kambing, dan kisah bahagia lainnya membuat secercah harapan kami untuk membantu adik saya. apalagi setelah mengetahui biaya yang harus dikeluarkan selama pengobatan terbilang besar. sampai miris hati mendengar keluhan dari keluarga pasien lain di tempat adik saya dirawat: “biaya berobatnya aja bikin mati orang gak punya”.
sebenarnya ada program DOTS yang digulirkan WHO bersama pemerintah, pengobatan gratis buat penderita TBC, dan saya juga menyarankan hal itu diambil oleh adik saya. tetapi karena termakan komersialisasi dokter dan upaya menakut-nakuti dengan alasan obatnya banyaklah dan dosisnya rendahlah… taklah jadi adik saya mengikuti program DOTS itu.
berpikir positif bahwa ortu saya mampu membiayai pengobatan adik saya, saya berupaya “meracuni” pikiran mereka tentang alternatif yang lebih baik: konsumsi susu kambing.
kami sekeluarga harus jadi pilotnya, bagaimana membuktikan khasiat susu kambing jika kami sendiri tidak memberi contoh? sejak raka, si dua tahun kami konsumsi susu kambing di usia 18 bulan sebagai pelengkap ASI dan MPASI tubuhnya lebih tahan terhadap penyakit. artinya jarang sekali keluhan alergi dan demam dia alami lagi. bahkan apabila timbul gejala flu dan langsung dihantam susu kambing, flunya segera hilang dan raka tak perlu mengalami demam. saya sendiri sebagai konsumen susu kambing merasakan manfaat yang baik untuk jasmani. istri saya tidak perlu dibelikan susu ibu hamil karena susu kambing mencukupi kebutuhannya.
kami mencoba menyosialisasikan susu kambing kemasan 200 ml seharga enam ribu rupiah itu ke tetangga, beberapa yang positif merasakan manfaatnya terutama bagi balita mereka yang kini lebih sehat. begitu juga yang menderita alergi paru-paru. walau ada beberapa yang negatif, kami menganggap informasi yang mereka terima masih minim.
adik saya, selain mengonsumsi susu kambing juga menyosialisasikan kepada tetangga dan teman-temannya. begitupun ayah saya, juga ibu mertua saya dan adik ipar saya yang pelanggan tetapnya adalah bosnya di kantor. terpaksa modal ditambah buat memperlebar jaringan sosialisasi ![]()
sms cinta dari pak gubernur
14 April, 2008sms dari nomor 0818-0859-8888 itu selalu mampir di hp-ku pada setiap keluhan yang kulayangkan buat pak gubernur dki jakarta. sebagai warga pengguna setia jalur busway, aku sempatkan mengirim keluhan, pujian, ataupun saran dalam penanganan jalur busway. sejak itu pula selalu ada sms balik dari pak gubernur. anggaplah pak gubernur yang membalas, walau pada hakikatnya ia punya team untuk menjawab sms e-dki secara normatif maupun aktif
jawaban tersingkat adalah: “SMS-DKI: Terima kasih atas partisipasi anda.”
jawaban lainnya: “SMS-DKI: Warga yang terhormat terima kasih atas dukungannya kepada Pemprov DKI. Dan kami juga akan terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.”
jawaban terpanjang, adalah tergantung masalahnya, seperti masalah sterilisasi jalur busway selain koridor tahap pembangunan.
entah mengapa, sejak aku mengirim sms keluhan dan saran ke nomor itu, aku semakin nyaman menjadi pengguna busway, karena suara kecil ini didengarkan dan ditindaklanjuti oleh pak gubernur. hanya satu yang belum kurasakan dari keluhan betapa sedikitnya armada busway sementara peminatnya semakin banyak….
Ditulis oleh andi
