sepatu dan pakaian usang

16 Juni, 2009

seorang bapak tua, selalu duduk di selasar menuju terminal busway ragunan, setiap pagi kulewati dirinya yang dikelilingi beberapa barang bekas pakai seperti pakaian dan sepatu-sepatu. setiap hari berbeda barang yang dipajangnya. menggelitik hatiku untuk menyapa dan sekedar bertanya siapakah yang akan membeli jajaannya yang sudah usang? namun waktu memaksaku untuk melanjutkan langkah ke penjualan tiket bus, mengingat sudah kesiangan untuk berangkat ke kantor. pagi itu aku datang lebih pagi, kuhampiri si bapak tua yang sedang duduk menjaga sepatu-sepatu usang. tak jauh dari duduknya, penjaja nasi kotak menawarkan sarapan kepada setiap yang lewat…

Baca entri selengkapnya »


sms 1717 – kedua

7 Mei, 2009

melanjutkan rencana perpanjangan SIM pada postingan sebelumnya, saya coba tanyakan biaya perpanjangan SIM kepada sms 1717 yang dianggap sebagai information centre tepercaya. mendapat jawaban: ”coba tanyakan kepada petugas di tempat perpanjangan SIM, terima kasih.” saya heran mengapa information centre tidak dapat memberikan kepastian biaya perpanjangan SIM sesuai tarif resmi sesuai ketentuan? saya balas saja: “bukankah ada tarif standar yang ditentukan?” akhirnya saya mendapat jawaban: “sekitar Rp100 ribu, terima kasih.”

Baca entri selengkapnya »


SMS 1717

5 Mei, 2009

Pas habis masa berlaku SIM A saya sedang bertugas keluar kota. Dua pekan setelahnya baru sempat mengurusnya. Segera saya buka google mencari tahu proses perpanjangan SIM. Saya pernah melakukan perpanjangan SIM C di Polres Jaksel, waktu itu KTP saya masih DKI. Beberapa waktu setelahnya hadirlah perangkat Mobil SIM Keliling. Sekarang KTP saya sudah Depok. Saya mencari tahu bagaimana melakukan mutasi atau yang terbaik untuk memperpanjang SIM saya yang habis.

Baca entri selengkapnya »


golput dan kepedulian

2 April, 2009

sebuah tulisan mampir ke inbox saya yang mempermasalahkan kaitan erat antara fenomena golput dengan ketidakpedulian atas perbaikan bangsa. bahwa seolah-olah para golput tidak peduli apakah negara ini akan dipegang oleh orang baik atau orang bejat, mereka juga menikmati baiknya negara, tetapi memaki dalam kegelapan atas buruknya pemerintahan.

Baca entri selengkapnya »


efisiensi busway

11 Maret, 2009

melanjutkan tulisan kemarin keluar dari stasiun gambir, saya melewati  parkiran taksi bluebird langsung menuju halte busway, mengabaikan para supir taksi dan ojek motor. waktu menunjukkan jam 21:45 masih ada 15 menit secara teori sebelum semua halte busway tutup kasir. di depan kasir saya ditanya oleh petugas, “mau ke mana pak?” saya jawab bahwa saya mau ke ragunan, dengan melakukan 2 x transit di harmoni dan dukuh atas.

berbeda dengan kereta yang apabila penumpang hendak berganti rute harus keluar peron untuk membeli karcis kemudian masuk lagi, busway memberikan keleluasaan bahwa selama berada di dalam halte, penumpang tidak perlu membeli karcis lagi untuk dapat menaiki bus dengan rute yang berbeda. inilah efisiensi busway yang perlu ditiru oleh kereta.

Baca entri selengkapnya »


efisiensi berkereta

10 Maret, 2009

kereta api masih jadi alternatif kendaraan saya dari bandung ke jakarta, terutama pada long weekend kemarin, dimana hampir semua shuttle already fully booked sedangkan mencapai terminal leuwi panjang memakan waktu lebih lama dan harus melewati beberapa titik kemacetan. dengan biaya yang sama dengan karcis bus bandung-lebak bulus, saya peroleh tiket argo gede plus mendapatkan snack kotak berupa roti dan air minum. waktu tempuh bandung jakarta juga tidak jauh berbeda pada kisaran 3 jam. ketika kereta berhenti di jatinegara, pada pukul 21:30 saya memikirkan alternatif kendaraan: taxi dari jatinegara, busway, KRD atau KRL.

Baca entri selengkapnya »


from sharing session 28022009

1 Maret, 2009

banyak yang bisa saya peroleh hari ini (sabtu, 28021009) dari sharing session dengan mahasiswa teknik kimia ui. saya dipanel bersama tri firmanto dan israr saputra mengisi acara bertema dunia migas di tengah krisis global. pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari hadirin tentang peran bpmigas; bagaimana pemerintah memperhatikan pengembangan industri pendukung serta mekanisme bagi hasil migas antara pemerintah dengan perusahaan migas; bagaimana industri migas tidak hanya dikuasai oleh perusahaan luar negeri, tetapi perusahaan nasional juga memiliki kemampuan; tentang lingkup kerja reservoir, drilling, dan production engineering. Baca entri selengkapnya »