antara disposisi dan dispose

dalam surat menyurat internal kantor ada beberapa istilah yang dikenal: nota, memorandum, dan disposisi. kesemuanya sama fungsinya yaitu menyampaikan informasi ke dalam organisasi. biasanya nota dikirim oleh bawahan kepada atasan, memorandum dikirim antara fungsi bidang, sedangkan disposisi dikirim oleh atasan kepada bawahan. surat menyurat internal ini diperlukan sebagai bukti tertulis dari sebuah perintah, informasi maupun tanggapan. dan memiliki dampak psikologis tertentu pada penerimanya.


sebagai bawahan, saya menerima banyak lembaran disposisi yang ditempel pada setiap berkas. biasanya atasan maupun atasannya lagi menulis beberapa catatan kecil maupun besar untuk bahan tindak lanjut. lembar disposisi menyediakan short cut bagi penerima berkas untuk mengetahui kadar kepentingan, ketergesaan dan kerahasiaannya. dengan maksud agar penerima segera menindaklanjuti sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pesan yang tertera.

kadang-kadang disposisi bisa berarti dis-posisi atau salah posisi. terutama apabila atasan salah mengalamatkan berkas. kesalahan ini muncul karena ktidaktahuan atasan, atau karena kesibukan sehingga tidak memperhatikan isi surat, atau karena memang atasan ingin agar surat-surat itu enyah dari meja kerjanya dan memenuhi meja kerja bawahannya (dis posisi).

nah, kalau penyebabnya yang ketiga, dis posisi dapat menjadi to dispose atau to  be disposed, alias dibuang. apalagi kalau isi surat ternyata cuma penawaran yang kadar kepentingan dan ketergesaannya rendah, bahkan sangat tidak rahasia. perlakuan yang diharapkan pada bawahan terhadap surat jenis ini adalah tentu saja membuangnya :)

buat apa menuh-menuhin meja kerja kalau memang cuma disposal (sampah) :)

Tinggalkan Balasan