seorang bapak tua, selalu duduk di selasar menuju terminal busway ragunan, setiap pagi kulewati dirinya yang dikelilingi beberapa barang bekas pakai seperti pakaian dan sepatu-sepatu. setiap hari berbeda barang yang dipajangnya. menggelitik hatiku untuk menyapa dan sekedar bertanya siapakah yang akan membeli jajaannya yang sudah usang? namun waktu memaksaku untuk melanjutkan langkah ke penjualan tiket bus, mengingat sudah kesiangan untuk berangkat ke kantor. pagi itu aku datang lebih pagi, kuhampiri si bapak tua yang sedang duduk menjaga sepatu-sepatu usang. tak jauh dari duduknya, penjaja nasi kotak menawarkan sarapan kepada setiap yang lewat…
potret
11 Mei, 2009laki-laki berpeci sekitar paruh baya, duduk di pembatas jalan antara jalur cepat dan jalur lambat, menikmati bakpaonya. bersandar di sisinya tongkat penyangga. kaki kanannya lebih kecil daripada kaki kirinya yang lebih pas. kupikir tongkat itu buat menyangga badan kanannya supaya dapat berjalan seimbang. sehabis bakpaonya, direngkuhnya sebotol air minum dingin dengan tangan kiri. ditenggaknya beberapa teguk buat mendorong bakpao yang menyangkut di kerongkongan. dipanggilnya pedagang rokok keliling, sebatang telah berpindah ke tangannya setelah mengulur beberapa keping uang lima ratusan. meminta api dan dihembuskan asap. berapalah yang diperolehnya dari menengadahkan tangan ke setiap jendela mobil dan wajah pejalan kaki. yang penting baginya saat itu adalah menikmati sebatang rokok di antara lalu lalang kendaraan.
sms 1717 – kedua
7 Mei, 2009melanjutkan rencana perpanjangan SIM pada postingan sebelumnya, saya coba tanyakan biaya perpanjangan SIM kepada sms 1717 yang dianggap sebagai information centre tepercaya. mendapat jawaban: ”coba tanyakan kepada petugas di tempat perpanjangan SIM, terima kasih.” saya heran mengapa information centre tidak dapat memberikan kepastian biaya perpanjangan SIM sesuai tarif resmi sesuai ketentuan? saya balas saja: “bukankah ada tarif standar yang ditentukan?” akhirnya saya mendapat jawaban: “sekitar Rp100 ribu, terima kasih.”
SMS 1717
5 Mei, 2009Pas habis masa berlaku SIM A saya sedang bertugas keluar kota. Dua pekan setelahnya baru sempat mengurusnya. Segera saya buka google mencari tahu proses perpanjangan SIM. Saya pernah melakukan perpanjangan SIM C di Polres Jaksel, waktu itu KTP saya masih DKI. Beberapa waktu setelahnya hadirlah perangkat Mobil SIM Keliling. Sekarang KTP saya sudah Depok. Saya mencari tahu bagaimana melakukan mutasi atau yang terbaik untuk memperpanjang SIM saya yang habis.
golput dan kepedulian
2 April, 2009sebuah tulisan mampir ke inbox saya yang mempermasalahkan kaitan erat antara fenomena golput dengan ketidakpedulian atas perbaikan bangsa. bahwa seolah-olah para golput tidak peduli apakah negara ini akan dipegang oleh orang baik atau orang bejat, mereka juga menikmati baiknya negara, tetapi memaki dalam kegelapan atas buruknya pemerintahan.
rizki dan risky
27 Maret, 2009rejeki sudah ada yang mengatur. begitulah pemeo yang populer di masyarakat kita, biasanya digunakan untuk membuat hati ayem terhadap permasalahan rejeki. banyak orang yang bertanya-tanya tentang rejeki dan bagaimana mendapatkannya bahkan tulisan saya di sini telah dikunjungi 334 orang dalam waktu 1 tahun belakangan. artinya setiap hari orang terus bertanya tentang konsep rejeki. akan tetapi banyak juga orang-orang yang salah mengambil jalan dalam menjemput rejeki, bahkan too risky, jadi bagaimana dong?
efisiensi busway
11 Maret, 2009melanjutkan tulisan kemarin keluar dari stasiun gambir, saya melewati parkiran taksi bluebird langsung menuju halte busway, mengabaikan para supir taksi dan ojek motor. waktu menunjukkan jam 21:45 masih ada 15 menit secara teori sebelum semua halte busway tutup kasir. di depan kasir saya ditanya oleh petugas, “mau ke mana pak?” saya jawab bahwa saya mau ke ragunan, dengan melakukan 2 x transit di harmoni dan dukuh atas.
berbeda dengan kereta yang apabila penumpang hendak berganti rute harus keluar peron untuk membeli karcis kemudian masuk lagi, busway memberikan keleluasaan bahwa selama berada di dalam halte, penumpang tidak perlu membeli karcis lagi untuk dapat menaiki bus dengan rute yang berbeda. inilah efisiensi busway yang perlu ditiru oleh kereta.
Ditulis oleh andi
Ditulis oleh andi
Ditulis oleh andi 